Mengenai Saya

Foto Saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Selamat datang di dunia pendidikan,, karena belajar itu indah

Kamis, 08 September 2011

Distensibilitas & kapasitans pembuluh darah, kurva tekanan-volume peredaran pembuluh nadi dan pembuluh balik, dan perbedaan kapasitans antara sistem pembuluh nadi dengan sistem pembuluh balik?


BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
Sistem sirkulasi adalah sistem transpor yang mengantarkan O2 dan berbagai zat yang diabsorbsi dari gastrointestinal menuju ke jaringan, serta mengembalikan CO2 ke paru-paru dan hasil metabolisme lainnya menuju ke ginjal. Darah yang merupakan pembawa zat tersebut, dipompakan oleh jantung melalui suatu sistem pembuluh darah tertutup.
 Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri yang berfungsi membawa darah dari jantung, kapiler yang berfungsi sebagai tempat pertukaran sebenarnya air dan bahan kimia antara darah dan jaringan dan vena, yang membawa darah dari kapiler kembali ke jantung. Dari ventrikel kiri, darah dipompa melalui arteri dan arteriola menuju ke kapiler, tempat terjadinya imbangan dengan cairan interstitial. Dari kapiler, darah dikembalikan melalui venule dan vena ke dalam atrium kanan. Sirkulasi yang demikian disebut sirkulasi utama (sistemik). Dari atrium kanan darah mengalir ke ventrikel kanan, yang akan memompa darah melalui pembuluh darah paru-paru – sirkulasi kecil (pulmonal) – kembali ke atrium kiri, kemudian ke ventrikel kiri.  
Sistem sirkulasi dikendalikan oleh berbagai sistem pengaturan yang berfungsi mengatur tekanan dan volume darah yang beredar ke seluruh tubuh. Diantaranya yaitu sifat distensibilitas pembuluh darah serta kapasitansi pembuluh darah. Distensibilitas dan kapasitansi adalah kemampuan meregang dan menampung sejumlah darah yang dimiliki oleh pembuluh darah. Kemampuan ini berbeda untuk pada setiap pembuluh darah yang berbeda. Darahpun hanya akan mengalir bila tekanannya lebih tinggi daripada daerah lain, dan aliran itu selamanya bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Selebihnya akan dibahas pada BAB II makalah ini.
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam makalah ini akan diangkat dan dibahas beberapa permasalahan, sebagai berikut.

1.      Apa yang dimaksud distensibilitas & kapasitans pembuluh darah?

2.      Bagaimanakah kurva tekanan-volume peredaran pembuluh nadi dan pembuluh balik?

3.      Apakah perbedaan kapasitans antara sistem pembuluh nadi dengan sistem pembuluh balik?


C.    Tujuan Penulisan Makalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka makalah yang disusun ini, bertujuan agar pembaca mampu:
1.           Menjelaskan pengertian distensibilitas & kapasitans pembuluh darah?
2.           Bagaimanakah kurva tekanan-volume peredaran pembuluh nadi dan pembuluh balik?
3.           Apakah perbedaan kapasitans antara sistem pembuluh nadi dengan sistem pembuluh balik?

D.    Manfaat Makalah
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah mahasiswa atau pembaca dapat mengenal dan memahami lebih lanjut mengenai distensibilitas dankapasitans pembuluh darah, hubungan tekanan dan volume dalam pembuluh darah, serta perbedaan kapasitans di pembuluh balik dan pembuluh nadi.



           



BAB II
PEMBAHASAN


Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, kapiler, dan vena. Arteri  yang berfungsi membawa darah dari jantung, kapiler yang berfungsi sebagai tempat pertukaran air dan bahan kimia antara darah dan jaringan dan vena yang membawa darah dari kapiler kembali ke jantung. (Wikipedia.org, 2011).
Pada jenis pembuluh darah yang berbeda,  memiliki lapisan yang berbeda. Arteri dan vena tersusun atas tiga lapisan jaringan melingkar, membentuk lumen pada bagian tengahnya yakni tunica intima (endothelium), tunica media, dan tunica adventia. Sedangkan pembuluh kapiler hanya tersusun atas tunica intima. lapisan jaringan penyusun ketiga jenis pembuluh darah tersebut memiliki posisi yang bervariasi (Isnaeni, 2006).

Komponen Penyusun
Jenis Pembuluh Darah
Arteri
Arteriola
Kapiler
Venula
Vena
Endothelial
Otot polos
Serabut elastic
Jaringan konektif
Ada
+++
++++
+++
Ada
++++
++
++
Ada
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
Ada
+
+
+
Ada
+++
++
++
Sumber : Kay, 1998.

Perbedaan struktural pada arteri, vena dan kapiler sangat berkorelasi dengan fungsi-fungsinya yang berlainan. Pembuluh–pembuluh darah terbuat dari jaringan yang serupa. Dinding sebuah arteri atau vena, misalnya, mempunyai tiga lapisan yang serupa. Pada bagian luar, lapisan jaringan ikat dengan serat elastis memungkinkan pembuluh tersebut meregang dan memendek. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan serat yang lebih elastis. Yang melapisi bagian dalam semua pembuluh darah, termasuk kapiler, adalah endotelium, yaitu lapisan tunggal sel-sel pipih. Endotelium menyediakan permukaan mulus yang meminimalkan resistensi (tahanan) terhadap aliran darah (Campbell, 2004)
Berikut merupakan table susunan komponen pembuluh darah beserta ukuran diameternya:
 
Sumber : Ppt Kurniati, SKp, 2011.

A.    Distensibilitas dan Kapasitans Pembuluh Darah
  1. Distensibilitas pembuluh darah
Garis tengah pembuluh darah tidaklah seperti pipa gelas yang kaku. Garis tengah pembuluh darah akan meningkat bila tekanan bagian dalam meningkat. Hal ini disebabkan karena pembuluh darah mempunyai kemampuan untuk membesar dan mengembang bila ada gaya padanya, atau disebut juga sifat distensibilitas. Derajat distensibilitas berbeda pada pembuluh darah yang berbeda (Taiyeb, 2009).
Menurut A. Mushawwir Taiyeb dalam bukunya Fisiolgi Peredaran (2011), satuan distensibilitas pada umumnya dinyatakan sebagai perubahan volume per kenaikan tekanan sebesar 1 mmHg.
Jadi, distensibilitas pembuluh =
Contoh:
Bila 1 mmHg menyebabkan perubahan          volume dari 10 ml menjadi 11 ml, maka distensibilitasnya adalah:
 =  per mmHg, atau = 10 %/mmHg

  1. Perbedaan distensibilitas pembuluh nadi dengan pembuluh balik
Perbedaan struktural pada dinding arteri, kapiler, dan vena berkorelasi dengan fungsinya yang saling berlainan. Contohnya, pembuluh kapiler tidak memiliki kedua lapisan luar. Kapiler hanya memiliki dinding pembuluh tipis yang hanya tersusun atas endothelium dan membrane basal. Struktur tersebut mempermudah pertukaran zat antara darah dan cairan interstisial yang menggenangi sel itu. Arteri mempunya lapisan tengah dan lapisan luar yang lebih tebal dibandingkan dengan vena. Darah mengalir melalui pembuluh system sirkulasi dengan kecepatan dan tekanan yang seragam. Dinding arteri lebih tebal menyediakan kekuatan dan elastisitas yang mengakomodasi aliran darah yang dipompakan secara cepat pada tekanan tinggi melalui arteri oleh jantung (Campbell, 2004).
Dilihat dari segi anatomi, dinding pembuluh nadi lebih kuat daripada dinding pembuluh balik. Jadi, pembuluh balik pada umumnya mempunyai kemampuan mengembang 6 kali lebih besar dari pada arteri. Ini berarti pembuluh balik dapat lebih banyak menampung darah daripada pembuluh nadi. Pembuluh nadi paru mempunyai derajat distensibilitas setengah daripada pembuluh balik paru-paru (Taiyeb, 2009).

  1. Kapasitans pembuluh darah
Bila suatu segmen aorta diisi kemudian diregang dengan meningkatkan volume cairan, tekanan dalam segmen mula-mula meningkat secara linier. Bila percoban yang sama dilakukan pada segmen vena cava atau vena besar lain yang mudah diregang, tekanan tidak naik secara cepat sampai disuntikkan cairan dalam volume besar. In vivo, vena merupakan tempat penampungan darah yang penting. Secara normal, mereka kolaps sebagian dan penampangnya berbentuk lonjong. Jumlah darah yang banyak dapat ditambahkan pada sistem vena sebelum vena-vena menjadi diregangkan pada suatu titik tertentu yang dapat meningkatkan tekanan vena yang besar apabila penambahan volume cairan diteruskan. Karena itu vena-vena disebut pembuluh kapasitansi (Ganong, 1998)
Selain berfungsi sebagai saluran beresistensi rendah untuk mengembalikan darah ke jantung. Vena-vena sistemik juga berfungsi sebagai reservoir darah. Karena kapasitas penyimpanan mereka, vena-vena sering disebut sebagai kapasitans pembuluh (capacitance vessels). Vena memiliki dinding yang jauh lebih tipis dengan otot polos yang lebih sedikit daripada arteri. Juga, tidak seperti otot polos arteriol, otot polos vena kurang memiliki  otot miogenik inheren. Karena sifat-sifat ini, vena sangat muda diregangkan dan kurang memiliki kemampuan recoil elastis. Vena mudah melebar untuk mengakomodasi tambahan volume darah hanya dengan menimbulkan sedikit peningkatan tekanan vena. Arteri yang teregang akibat  kelebihan darah akan menciut karena adnya serat-serat elastik di dindingnya, sehingga darah terdorong ke depan. Vena-vena yang mendapat kelebihan pasokan darah hanya akan teregang untuk mengakomodasi darah tambahan itu tanpa kecenderungan untuk menciut. Dengan cara ini vena berfungsi sebagai reservoir darah; yaitu, apabila kebutuhan akan darah rendah, vena-vena dapat menyimpan darah ekstra sebagai cadangan karena sifat mereka yang mudah diregangakan. Dalam keadaan istirahat vena-vena mengandung lebih dari 60% volume total darah. Apabila simpanan darah tersebut dibutuhkan , misalnya sewaktu berolahraga, faktor-faktor ekstrinsik mendorong darah ekstra tersebut dari vena ke jantung, sehingga dapat dipompa ke jaringan (Sherwood, 2001)
Dalam mempelajari hemodinamika, istilah kapasitans (compliance) merupakan jumlah total darah yang dapat ditampung pada bagian tertentu dari sistem peredaran darah untuk setiap kenaikan tekanan sebesar 1 mmHg daripada distensibilitas masing-masing pembuluh darah. Dengan kata lain, terjadi peningkatan volume sebagai akibat meningkatnya tekanan.
Jadi, kapasitans =
pembuluh darah yang mempunyai derajat distensibilitas tinggi tetapi bervolume kecil, akan mempunyai kapasitans lebih kecil dibandingkan dengan pembuluh darah yang mempunyai derajat distensibilitas rendah tetapi bervolume besar.
Jadi, kapasitans = Distensibilitas   Volume  (Taiyeb, 2009).

  1. Perbedaan Kapasitans antara Sistem Pembuluh Nadi dengan Sistem Pembuluh Balik
a.         Pembuluh balik 6 kali lebih distensibel daripada pembuluh nadi
b.         Volumenya adalah 4 kali lebih besar daripada pembuluh nadi

6  X 4 = 24
Menurut teori (Taiyeb, 2009), kapasitans pembuluh balik adalah 24 kalinya kapasitans pembuluh nadi yang bersangkutan, karena:




Perubahan tekanan sebesar 1 mmHg menyebabkan: Peningkatan volume yang sangat besar di pembuluh balik dan peningkatan volume yang sangat kecil di pembuluh nadi. Dengan perkataan lain dapat dinyatakan, bahwa kapasitans pembuluh balik jauh lebih besar dibandingkan dengan pembuluh nadi, yaitu lebih dari 24 kali lebih besar. Perbedaan kapasitans ini penting, terutama bila jantung menjadi kuat atau menjadi lemah           (Taiyeb, 2009).
Sebagai contoh misalnya, bila jantung menjadi kuat, terjadilah penambahan darah di pembuluh nadi, tetapi pengurangan jumlah di pembuluh balik  dalam jumlah yang sama. karena adanya perbedaan kapasitans tersebut, tekanan pembuluh nadi meningkat 24 mmHg setiap ada penurunan tekanan pembuluh balik sebesar 1 mmHg. Akibat yang sama terjadi pula bila tahanan pembuluh nadi ranting meningkat, sehingga darah banyak terkumpul di pembuluh pembuluh nadi dan darah sukar mengalir ke pembuluh balik. Setiap kenaikan tekanan pembuluh nadi sebesar 1 mmHg hanya menurunkan tekanan pembuluh balik sebesar 1/24 mmHg. Karena di pembuluh balik lebih banyak darah yang dapat ditampung hanya oleh perubahan tekanan yang kecil saja, maka pembuluh balik sering dinamakan daerah penampungan peredaran (Taiyeb, 2009).

B.     Kurva Tekanan-Volume Peredaran Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik
Sumber: cvphysiology.com, 2011
Hubungan antara tekanan dan volume suatu pembuluh darah dapat dinyatakan dengan kurva tekanan volume. Pada kurva dibawah ini, garis utuh yang terletak di sebelah kiri menunjukkan kurva tekanan-volume yang normal dari peredaran di pembuluh nadi besar , pembuluh nadi kecil atau pembuluh nadi ranting. Di sini terlihat peredaran pembuluh nadi mengandung 750 ml darah, bila tekanan rata-rata padanya 100 mmHg, tetapi hanya mengandung 300 sampai 400 ml darah bila tekanannya menurun sampai 0 mmHg. Garis utuh yang terletak sebelah kanan menunjukkan kurva tekanan volume yang normal dari peredaran di pembuluh balik. Pada kurva ini terlihat jelas bahwa, perubahan tekanan yang kecil saja pada pembuluh balik mengakibatkan perubahan volume yang besar. Volume normal darah di peredaran pembuluh balik adalah 2500 ml
140
120
100
80
60
40
20
0
500
1000
1500
2000
2500
3000
Tekanan
(mmHg)
Keterangan: kurva tekanan-volume dari peredaran pembuluh nadi (kiri) dan pembuluh balik (kanan).
Sumber: Taiyeb, 2011




BAB II
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Berdasarkan tujuan maka kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
  1. Distensibilitas adalah kemampuan pembuluh darah untuk meregang dan melebar bila ada gaya padanya. Sedangkan, kapasitans merupakan jumlah total darah yang dapat ditampung pada bagian tertentu dari sistem peredaran darah untuk setiap kenaikan tekanan sebesar 1 mmHg daripada distensibilitas masing-masing pembuluh darah
  2. Kurva Tekanan-Volume Peredaran Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik memperlihatkan bahwa perubahan volume sedikit saja pada pembuluh nadi akan menyebabkan perubahan tekanan yang cukup besar, sedangkan pada pembuluh balik, perubahan volume yang besar hanya menyebabkan peningkatan tekanan yang sangat kecil.
  3. Perbedaan kapasitans antara sistem pembuluh nadi dengan sistem pembuluh balik: perubahan tekanan sebesar 1 mmHg menyebabkan: Peningkatan volume yang sangat besar di pembuluh balik dan peningkatan volume yang sangat kecil di pembuluh nadi. Dengan perkataan lain dapat dinyatakan, bahwa kapasitans pembuluh balik jauh lebih besar dibandingkan dengan pembuluh nadi, yaitu lebih dari 24 kali lebih besar. Jadi, pembuluh balik lebih kapasitans daripada pembuluh nadi.
B.     Saran
Penulis menyarankan agar makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu mahasiswa untuk memahami lebih mendalam tentang Fisiologi Peredaran tidak hanya secara teori, tapi juga dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A. 2004. Biologi Jilid III. Jakarta: Erlangga.

Ganong, William. 1999. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: ECG

Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius.

Kay, I. 1998. Introduction to Animal Physiology. Biddles, Guilford: BIOS Scientific Publisher Limited.

Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Jakarta: ECG

Taiyeb, A. Mushawwir. 2011. Bahan Ajar; Fisiologi Peredaran. Makassar: UNM

Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. Jakarta: ECG

Website:
Cvphysiology. 2011. Vascular compliance.  www.cvphysiology.com/Blood% 20Pressure/BP004.htm. Diakses pasa tanggal 31 Juli 2011.

Wikipedia. 2011. Pembuluh_darah . www. wikipedia.org/wiki/. Diakses pada tanggal 29 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar