Mengenai Saya

Foto Saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Selamat datang di dunia pendidikan,, karena belajar itu indah

Kamis, 08 September 2011

Tekanan rata-rata serta kurva tekanan-volume dari seluruh sistem peredaran darah, sifat kekenyalan dari pembuluh darah, dan cara untuk mengukur aliran darah


BAB  I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Fisiologi Peredaran darah merupakan salah satu cabang ilmu dalam Biologi. Fisiologi peredaran membahas tentang bagaimana proses peredaran darah, hormon, dan limfe di dalam tubuh melaui pembuluh-pembuluh dan segala faktor-faktor yang mempengaruhinya. Beberapa hal yang termasuk dalam materi Fisiologi Peredaran adalah tekanan rata-rata peredaran dan kurva tekanan-volume seluruh system peredaran darah, kekenyalan pembuluh darah, dan pengukuran aliran darah.
Darah memiliki tekanan tertentu yang dapat berubah-ubah karena dipengaruhi oleh beberapa factor. Salah satu factor yang paling berpengaruh terhadap tekanan darah adalah volume darah. Perubahan tekanan ataupun volume darah akan mengakibatkan kurva tekanan-volume seluruh peredaran bergeser. Aliran darah juga mempunyai suatu prinsip kerja dimana pada umumnya suatu cairan tidak akan mengalir bila tekanannya lebih tinggi dari pada daerah lain, dan aliran itu selamanya bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Misalnya, mengalirnya darah karena jantung memompa darah keluar ventrikulusnya di bawah tekanan tinggi, dan dengan demikian menyebabkan tekanan di arteri lebih tinggi dari pada di arteriola.
Pembuluh darah memiliki sifat kekenyalan yang lebih sering dikenal dengan pengendoran tekanan. Sifat ini dipengaruhi oleh tekanan darah pada daerah tertentu yang mengakibatkan pembuluh darah dapat mengembang. Selain itu, aliran darah di dalam pembuluh darah dapat diukur dengan beberapa metode yang memiliki cara berbeda-beda.
Makalah ini akan membahas tentang tekanan rata-rata peredaran, kurva tekanan-volume seluruh peredaran, kekenyalan pembuluh darah dan metode-metode yang digunakan dalam pengukuran aliran darah.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana tekanan rata-rata serta kurva tekanan-volume dari seluruh sistem peredaran darah?
2.      Bagaimana sebetulnya sifat kekenyalan dari pembuluh darah itu?
3.      Ada berapa cara untuk mengukur aliran darah?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan memahami tekanan serta kurva tekanan-volume dari seluruh system peredaran darah.
2.      Untuk mengetahui sifat kekenyalan dari pembuluh darah.
3.      Untuk mengetahui beberapa cara atau metode dalam pengukuran aliran darah.
D.    Manfaat
1.      Mampu mengetahui dan memahami tentang tekanan serta kurva dari tekanan volume dari seluruh system peredaran darah.
2.      Dapat mengetahui sifat kekenyalan dari pembuluh darah.
3.      Dapat mengetahui cara-cara atau metode suatu pengukuran aliran darah.












BAB II
PEMBAHASAN



A.    Tekanan rata-rata peredaran (Mean circulatory pressure disingkat MCP)
Tekanan darah adalah tekanan yang disebabkan oleh desakan darah pada dinding pembuluh darah. Pada umumnya tekanan darah lebih dikenal dengan tekanan darah arteri (01).
Dalam kedokteran , peredaran darah berarti mengisi tekanan  didefinisikan sebagai rata-rata tekanan yang ada dalam sistem vaskular jika curah jantung berhenti dan tekanan dalam mendistribusikan sistem vaskular. Ini merupakan indikator seberapa penuh sistem sirkulasi adalah (yaitu volume darah dalam sistem dibandingkan dengan kapasitas sistem), dan dipengaruhi oleh volume sirkulasi darah dan otot polos nada di dinding sistem vena (yang menentukan kapasitas system. Hal ini sama seperti MCFP kecuali bahwa sementara MCFP diukur ketika jantung dibuat untuk menghentikan pemukulan, MSFP diukur setelah menjepit akar aorta dan vena besar di titik masuk untuk rt. atrium. atrium. Perbedaan antara MSFP dan CVP merupakan faktor penentu penting dari aliran balik vena ke jantung (02).
Tekanan rata-rata peredaran darah adalah tekanan yang diukur dalam peredaran darah bila aliran darah dihentikan sehingga semua tekanan dalam peredaran berada dalam keseimbangan. Di laboratorium, tekanan rata-rata peredaran dapat ditentukan pada anjing selama 2 sampai 3 detik setelah jantung dihentikan. Untuk melaksanakan ini, jantung dirangsang dengan aliran listrik sehingga timbul fibrilasi. Akibatnya darah dengan cepat bergeser dari pembuluh nadi sistemik ke pembuluh balik sistemik sampai terjadi keseimbangan antara kedua system pembuluh darah tersebut. Besarnya MCP yang diukur dengan cara ini adalah kurang lebih 7 mmHg (06).
Tekanan arteri rata-rata adalah gaya pendorong utama agar darah mengalianar, dimana merupakan memiliki suatu tanggung jawab mendorong darah maju ke jaringan selama seluruh siklus jantung Tekanan arteti rata-rata bukan terletak di tengah-tengah antara tekanan sistolik dan diastolic ,karena tekan arteri tetap lebih dekat ke tekanan disatol daripada tekanan sistol untuk jangka yang lebih lama pada setiap siklus jantung. Tekanan ini harus diatur secara ketat karena dua alasan. Pertama, tekanan tersebut harus cukup tinggi untuk menghasilkan gaya dorong yang cukup, tanpa tekana ini otak dan jaringan lain tidak akan menerima aliran yang kuat sebera pun penyesuaian local mengenai resistensi arteriol ke organ-organ yang dilakukan. Kedua, tekanan tidak boleh terlalu tinggi, sehingga menimbulkan beban kerja tambahan bagi jantung dan meningkatkan resiko kerusakan pembuluh (04).
Besaran rata-rata tekanan darah ditentukan oleh volume darah yang dipompa jantung tiap menit, dinyatakan sebagai keluaran kardiak, versus resistansi sebesar 20.000 hinggga 30.000 arteri(01).
Ada beberapa factor yang dapat mengubah besarnya MCP, diantaranya adalah:
1.      Perubahan volume darah.
2.      Meningkatnya atau menurunnya rangsangan simpatik.
3.      Perubahan volume cairan jaringan yang terdapat di luar peredaran.
4.      Setiap factor yang dapat mengubah dimensi system peredaran, misalnya tekanan positif di paru-paru, tekanan di abdomen, dan dilatasi jantung.
MCP merupakan factor utama yang menentukan kecepatan aliran darah dari semua jaringan pembuluh darah ke servolume yang mengalirzambi kanan, jadi juga membantu mengatur keluaran jantung (Cardiac output) (musawwir). CO adalah volume darah yang dipompa oleh tiap-tiap ventrikel per menit. Selama setiap periode waktu tertentu, volume darah yang mengalir melalui sirkulasi paru ekuivalen dengan volume yang mengalir melalui sirkulasi sistemik (04).
§   Tekanan darah yang melebihi harga normal disebut hipertensi arteri.
Hipertensi ini jarang menjadi masalah yang akut (hipertensi yang gawat).Berbagai tingkat tekanan darah memberikan tekanan mekanis pada dinding arteri. Ketentuan ini menyebabkan perkembangan jaringan yang tidak sehat (atheroma) yang tumbuh dalam dinding arteri. Semakin tinggi tekanan, maka terjadi ketegangan berlebih dan atheroma .Hipertensi yang berlangsung secara terus-menerus merupakan salah satu faktor dari stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan menyebabkan gagal ginjal kronik.
§   Pengaruh Tekanan Darah Rendah
Tekanan darah yang terlalu rendah dikenal dengan hipotensi. Tekanan darah rendah ditandai dengan adanya beberapa penyakit dan memerlukan penanganan medis secepatnya. Ketika tekanan darah dan aliran darah sangat rendah, maka pengiriman nutrisi ke otak menurun drastis, (suplai darah tidak mencukupi), menyebabkan sakit kepala, lemasdan pingsan (01).
§   Kurva tekanan-volume seluruh peredaran
Kurva pada gambar menunjukkan perubahan tekanan rata-rata peredaran darah sebagai akibat meningkatnya volume total darah pada 3 keadaan yang berbeda, yaitu pada keadaan normal, keadaan rangsangan simpatik yang kuat, dan pada keadaan hambatan simpatik.
Description: D:\Photo3008.jpg
(Kurva tekanan-volume dari seluruh peredaran)
            Bila banyak darah yang hilang dari system peredaran dan tidak diimbangi oleh kontraksi pembuluh yang disebabkan pengaruh simpatik, maka tekanan rata-rata peredaran akan menurun. Sebaliknya, bila darah ditambahkan ke system peredaran darah, tekanan rata-rata peredaran juga akan meningkat. Kapasitas seluruh system peredaran pada manusia adalah 200 ml untuk setiap peningkatan 1 mmHg tekanan rata-rata peredaran. Rangsangan simpatik dan hambatan simpatik akan mempengaruhi kurva tekanan-volume seluruh system peredaran dengan cara yang sama seperti pengaruh simpatik terhadap kurva tekanan-volume dari masing-masing bagian system peredaran. Hal ini merupakan factor penting dalam pengaturan aliran darah yang menuju ke jantung, jadi juga mengatur pengelaran jantung. Misalnya saja, bila selama gerak badan aktivitas simpatik meningkat, maka hal ini akan mengakibatkan meningkatnya tekanan rata-rata peredaran dank arena itu membantu meningkatkan keluaran jantung (06).
B.     Kekenyalan pembuluh darah
Istilah kekenyalan (plasticity) digunakan untuk menyatakan suatu pembuluh darah yang menjadi lebih besar untuk beberapa menit setelah mengalami peningkatan tekanan.
Tekanan dalam hal denyutan pembuluh dinyatakan sebagai ekspansi dan dorongan balik arteri secara bergantian. Ada dua factor yang bertnaggug jawab bagi kelangsungan denyautan yang dapat dirasakan :
1.   Pemberian darah secara berkala dengan selang waktu pendek dai jantung ke aorta yang tekanannya berganti-ganti naik turun dalam pembuluh darah
2.   Elastisitas dinding arteri yang memungkinkannya meneruskan aliran darah dan aliran balik. Bila dinding tidak elastic, seperti pada dinding sebuah gelas, masih tetap ada pergatian sebuah tekanan tinggi rendah dalam sistol dan diastole ventrikel, namun dinding tersebut tidak data melanjutkan aliran dan mengembalikan aliran sehingga denyut pun tidak dapat dirasakan (05).
Kekenyalan pembuluh darah dapat diperlihatkan dengan suatu percobaan sebagai beikut; mula-mula sepotong pembuluh balik diikat di kedua ujungnya. Kemudian ke dalamnya dimasukkan darah sehingga tekanan di dalamnya miningkat dari 5 mmHg menjadi 12 mmHg. Meskipun tidak ada darah yang keluar dari pembuluh itu, terlihat bahwa tekanan menurun sampai mendekati 6 mmHg setelah beberapa menit. Dengan kata lain, sejumlah darah yang dimasukkan ke dalam pembuluh balik itu menyebabkan pembuluh tersebut mengembang. Lama kelamaan serabut otot padanya mulai menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Sifat otot polos yang demikian itu disebut kekenyalan atau disebut juga pengendoran tekanan (stress relaxation) (06).
Setelah terjadi kekenyalan, darah kemudian dikeluarkan dari pembuluh balik itu. terlihat tekanan menurun sampai tingkat yang rendah. untuk kedua kali otot polos pada pembuluh bailik mulai kembali menyesuaikan diri dan tekanan akan kembali naik sampai tekanan 5 mmHg. Pengaruh ini disebut kekenyalan yang terbalik.
Kekenyalan pembuluh nadi hanya kecil bila dibandingkan dengan pembuluh balik. Dengan demikian, bila tekanan pembuluh balik ditingkatkan agak lama, maka volume darah di dalamnya dapat meningkat 2 sampai 3 kali. Ini merupakan mekanisme yang sangat penting, karena dengan demikian system peredaran dapat menampung lebih banyak darah bilamana perlu. Sedangkan sebaliknya, bila tekanan menurun, kekenyalan merupakan suatu cara bagi system peredaran untuk dapat menyesuaikan terhadap kehilangan darah sebagai akibat   pendarahan (06).
C.    Pengukuran aliran darah
Hukum fisika atau prinsip fisika mempengaruhi seluruh aliran cairan (darah). Mekanisme fisiologis untuk pengendalian jantung dan pembuluh darah merupakan sarana pelaksaan prinsip-prinsip suatu sirkulasi darah. Prinsip tersebut merupakan suatu cairan hanya akan mengalir bila tekanannya lebih tinggi daripada daerah lain, dan aliran itu selamanya bergerak dari daerah bertekanan tinggi k/e daerah bertekanan rendah (05).
Ada beberapa cara untuk mengukur aliran darah yaitu :
1.      Menampung darah pembuluh balik
Pembuluh darah balik dipotong dan darah yang keluar ditampung dalam bejana berukuran. Lamanya penampungan dicatat, sehingga aliran darah yang melalui pembuluh darah balik dapat diketahui (06).
2.      Mengukur aliran darah dengan indicator gelembung.
Cara ini didasarkan aas waktu yang dibutuhkan bagi gelembung udara untuk bergerak melalui pipa gelas yang diketahui panjang dan garis tengahnya. Kedua ujung pipa gelas tersebut dimasukkan ke dalam pembuluh darah  balik atau pembuluh nadi. Pada ujung yang satu dimasukkan gelembung udara yang akan bergerak sepanjang pipa gelas. Lamanya waktu dicatat, yaitu mulai dari gelembung udara tepat bergerak dari ujung pipa yang satu sampai tiba pada ujung lain. Dengan demikian, aliran darahnya dapat diketahui

/


Pengukuran aliran darah dengan cara indikator gelembung (03).
  1. Plestimograf
Penggunaan alat ini didasarkan pada suatu asas bahwa bila aliran darah di dalam pembuluh balik dari suatu anggota badan dihentikan untuk beberapa saat, maka setiap perubahan volume anggota badan itu sebagai akibat penyumbatan (occlusion) merupakan volume darah yang masuk ke anggota badan tersebut.
Description: C:\Users\acer\Documents\tgs kel\fisper 2\Pletismograph.png
Pada umumnya, anggota badan yang akan diukur aliran darahnya dimasukkan ke dalam tabung gelas yang kedap udara atau kedap air. Tabung gelas kemudian dihubungkan dengan pipa ke alat pencatat. Penyumbatan terhadap aliran darah pembuluh balik dapat dilaksanakan dengan membalutkan manset dari sphygmomanometer dan memberikan tekanan sebesar 20 sampai 70 mmHg. Tekanan sebesar ini akan menyebabkan aliran darah pembuluh balik yang meninggalkan anggota badan itu terhenti tetapi tidak menyebabkan terhentinya aliran darah pembuluh nadi yang menuju anggota badan yang akan diukur aliran darahnya tersebut membesar. Peningkatan volume ini dan lamanya waktu penyumbatan aliran darah dicatat. Dari kedua factor ini dapat diketahui aliran darah yang menuju ke anggota badan per satuan waktu (06).
4.      Metode pengenceran panas
Pada tahun 1954, Fegler mengemukakan suatu cara pengukuran aliran darah dengan menggunakan metode pengenceran panas. Cara ini meliputi penyuntikan sejumlah tertentu larutan Ringer atau darah ke dalam pembuluh balik leher (vena jugularis) kiri dan mencatat perubahan suhu darah di bilik jantung kanan dan aorta. Aliran darah dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
F = aliran darah, dalam ml/menit
m  = jumlah larutan Ringer atau darah yang disuntukkan dalam gram
Td = suhu mula-mula darah, dalam 0C
Tr = suhu larutan Ringer atau darah yang disuntikkan dalam 0C
A = Luas kurva yang tercatat pada alat pencatat, dalam mm2
f = factor yang didapat dari perkalian antara perubahan suhu yang sesuai dengan defleksi pencatat sebesar 1mm dengan waktu (dalam detik) yang sesuai dengan pencatatan sepanjang 1 mm
Apabila ke dalam pembuluh balik lehr dimasukkan darah dan bukan Ringer, maka factor 1,146 tidak diikut sertakan dalam persamaan.
1,045 = berat jenis rata-rata darah anjing. Angka ini diambil karena hewan percobaan yang dipakai adalah anjing (06).
5.      Metode Clearance
Metode ini dipakai untuk menghitung aliran darah yang menuju ke ginjal. Pada umumnya, pengukuran ini dilakukan dengan jalan menyuntikkan asam para aminohipurat (PAH) atau diodrast ke dalam peredaran darah.
Zat ini difiltrasi oleh glomerulus dan disekresikan oleh sel-sel tubulus, sehingga angka banding ekstraksinya tinggi (06).
6.      Stromuhr
               Description: C:\Users\acer\Documents\tgs kel\fisper 2\stromk.jpg                     
Cara penggunaan alat tersebut adalah sebagai berikut :
Mula-mula sisipkan ujung A pada pembuluh darah yang akan diukur aliran darahnya. Ujung B pada bagian lain dari pembuluh darah itu. Pada ujung A darah akan keluar dari pembuluh dan masuk ke Stromuhr, sedangkan pada ujung B darah akan keluar dari Stromuhr dan masuk ke pembuluh darah. Pipa 1, 2, 3 dan 4 merupakan pipa karet. Pipa 2 dan 3 dipijit dengan 2 jari tangan secara bersamaan, darah akan mengalir ke atas melalui pipa 1, akibatnya permukaan  darah di ruang sebelah kiri naik dan permukaan darah di ruang sebelah kanan turun. Kemudian pijitan pipa 2 dan 3 dilepas dan selanjutnya pipa 1 dan 4 dipijat secara bersamaan. Terlihat sekarang bahwa permukaan darah di ruang kiri menurun ke bawah dan darah di ruang kanan naik ke atas. Besarnya aliran darah dapat dihitung dari kecepatan gerak permukaan darah di ruang kanan yang dilengkapi dengan skala dengan syarat bahwa radius ruangan diketahui (06).
7.      Alat ukur aliran rotameter
Untuk mengukur aliran darah dengan menggunakan rotameter diperlukan antikoagulan agar darah tidak membeku. Darah akan masuk ke dalam rotameter melalui bagian bawah rotameter menuju ke atas melalui ruangan berbentuk kerucut terbalik. Pada ruang ini terdapat pelampung (float). Bila tidak ada darah yang mengalir masuk ke ruang rotameter, posisi gelembung akan tetap di bagian bawah dari ruang rotameter, tetapi bila ada aliran darah masuk ke ruang rotameter, pelampung akan bergerak naik ke atas. Makin cepat atau makin banyak darah masuk ke ruang rotameter makin tinggi pula kedudukan pelampung. Dari tingginya kedudukan pelampung dapat ditentukan berapa besarnya aliran darah.
Description: C:\Users\acer\Documents\tgs kel\fisper 2\rotameter.jpg(03)

8.      Electromagnetic flowmeter
Pada masa kini telah banyak diciptakan bermcam-macam instrument yang dipakai untuk mengukur aliran darah tanpa melukai pembuluh darah yang akan diukur aliran darahnya.
Salah satu instrument tersebut di atas yang banyak atau sering dipakai adalh electromagnetic flowmeter.
Prinsip dari alat itu adalah sebagai berikut :
Bila suatu konduktor bergerak dengan cepat melalui medan magnet, tegangan listrik akan timbul. Ini merupakan prinsip yang sangat terkenal dimana suatu generator listrik dapat menghasilkan aliran (arus) listrik.
Kelebihan dari electromagnetic flowmeter dibandingkan dengan instrument yang lain adalah :
a.       Dapat mencatat perubahan aliran darah yang terjadi kurang dari 0,01 detik.
b.      Dapat mencatat dengan teliti perubahan-perubahan “pulsatile flow” maupun “steady flow” (06).
9.      Alat ukur aliran ultrasonic Doppler
Doppler diambil dari nama seorang ahli fisika dan matematika Austria, yakni Christian Johann Doppler (1803-1853). Tahun 1842 dia memprediksikan bahwa frekuensi gelombang bunyi yang diterima tergantung pada gerakan sumber bunyi atau pengamat relatif terhada media perambatan. Untuk menggunakan efek doppler dalam pengukuran kecepatan aliran fluida, transduser ultrasonik mentransmisikan gelombang ultrasonik ke dalam aliran fluida. Gelombang ultrasonik yang ditransmisikan ke fluida akan diterima oleh receiver ultrasonik. Pergeseran frekuensi akibat dari aliran fluida sebanding dengan kecepatan aliran fluida (03).

Alat ukur aliran Doppler ini digunakan untuk mengukur aliran darah tanpa melukai pembuluh darah. Suatu Kristal piezoelektrik yang ukurannya sangat kecil sepasang di dinding pembuluh darah.
Bila dibandingkan dengan suatu energy yang berasal dari elektronik, Kristal piezoelektrik ini akan menimbulkan gelombang suara dengan frekuensi beberapa juta gelombang per detik yang ditransmisikan searah dengan aliran darah. Sebagian dari suara akan dipantulkan oleh sel darah merah sehingga gelombang suara yang dipantulkan ini akan merambat berlawanan arah dengan aliran darah dengan frekuensi yang lebih rendah dari gelombang suara yang merambat searah dengan aliran darah. Ini merupakan eek Doppler. Dengan alat elektronik yang lain dapat ditentukan kecepatan aliran darah dari selisih frekuensi gelombang suara yang ditransmisikan dengan yang dipantulkan (06).




BAB III
 KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.   Tekanan rata-rata peredaran darah adalah tekanan yang diukur dalam peredaran darah bila aliran darah dihentikan sehingga semua tekanan dalam peredaran berada dalam keseimbangan.Terdapat pula suatu kurva tekanan-volume dari seluruh aliran suatu peredaran.
2.   Kekenyalan suatu pembuluh dikenal pula dengan pengendoran tekanan atau stress relaxation dimana sejumlah darah yang dimasukkan ke dalam pembuluh balik itu menyebabkan pembuluh tersebut mengembang. Lama kelamaan serabut otot padatnya mulai menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru.
3.   Dalam peredaran darah, ada berbagai cara untuk mengukur aliran darah yaitu : menampung darah dengan pembuluh balik, mengukur aliran darah dengan indicator gelembung, plestimograf, metode pengenceran panas, metode clearance, alat ukur aliran rotameter. Elektromagnetik flowmeter, dan ultrasonic Doppler.
B.        Saran
   Sebagai penutup, penyusun menyarankan agar makalah ini dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu proses belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa di kampus khususnya membantu mahasiswa lebih mendalami kajian dalam makalah ini tentang tekanan, aliran, serta pengukuran suatu peredaran darah.




DAFTAR PUSTAKA

1.                           Anonim1, 2011. Tekanan Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/Tekanan_darah.     Diakses pada tanggal  25 Juli 2011.
2.                           Anonim2,  2011. Tekanan Rata-Rata peredaran Darah. http : / / translate. Google .co . id/en.wikipedia.org/ wiki i. Diakses pada tanggal 25 Juli 2011.
3.                           Anonim3, 2011. Alat Ukur Tekanan Darah. http:// digilib. tf.itb.ac.i d/gdl.php?mod = browse &op= read&id =jbptitbtf-gdl-s1 2007andangalatukuralirandarah. Diakses pada tanggal 25 Juli 2011.
4.                           Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi II. Jakarta:  EGC.
5.                           Soewolo, dkk. 2003. Fisiologi Manusia. Malang : JICA
6.                           Taiyeb, Mushawwir. _______. Bahan Ajar Fisiologi Peredaran. Makassar :  Biologi FMIPA UNM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar