Mengenai Saya

Foto Saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Selamat datang di dunia pendidikan,, karena belajar itu indah

Selasa, 22 Maret 2011

Diabetes Mellitus

Pendahuluan
a. Gambaran Umum Karbohidrat


1) Susunan Kimia
Susuna kimia karbohidrat terdiri dari atom karbon (C), hydrogen (H), dan oksigen (O). rumus kimia untuk karbohidrat adalah Cn (H2O)n yang berkesan karbon diikat oleh air sehingga diberi nama karbohidrat. Selain itu, ikatan organik yang menyusun karbohidrat berbentuk polialkohol.

Gambar Klasifikasi Karbohidrat
Tanaman merupakan sumber karbohidrat yang utama, melalui proses fotosintesis senyawa air dari tanah dan karbondioksida dari udara bereaksi dengan bantuan sinar matahari dan pigmen klorofil menghasilkan glukosa dan oksigen. Energy yang terbentuk disimpan dalam daun, batang, akar, biji, maupun buah yang akan dilepaskan melalui proses oksidasi makanan dalam tubuh. Secara sederhana reaksi fotosintesis adalah sebagai berikut :

Metode Resitasi

Bab I
Pendahuluan

a. Latar Belakang

Sebagai calon guru di masa depan, perlu pembekalan dini, seperti tata cara proses belajara mengajar, tentu saja di dalamnya juga dicakup strategi belajar mengajar. Dalam hal ini strategi belajang mengajar biologi, agar nantinya dapat menjadi seorang guru yang professional. Untuk mengetahui strategi belajar mengajar biologi, perlu pengetahuan dasar seperti model pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan keterampilan pembelajaran. Dalam sebuah model pembelajaran, bisa terdapat lebih dari satu strategi pembelajaran, dan dalam satu strategi pembelajaran bisa menggunakan lebih dari metode pembelajaran. Satu metode pembelajaran dapat menggunakan beberapa keterampilan pembelajaran.
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Guru dengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar gar bergairan bagi anak didik. Dengan seperangkat teori dan pengalaman yang dimiliki, guru gunakan untuk bagaimana mempersiapkan program pengajaran dengan baik dan sistematik. metode bisa sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengejaran, dan juga bisa sebagai alat untuk mencapai tujuan.
Metode pembelajaran ada beberapa yang terkenal, seperti metode ceramah (universal), metode simulasi, metode pemecahan masalah, metode bermain peran, metode diskusi dan debat, metode demonstrasi, metode pemberian tugas (resitasi) dan sebagainya. Oleh karenanya, makalah ini disusun untuk memaparkan salah satu metode pembelajaran, yaitu metode pemberian tugas atau resitasi yang juga merupakan salah satu tugas dari dosen mata kuliah Strategi Belajara Mengajar Biologi.

b. Rumusan Masalah

Berikut ini beberapa rumusan masalah dalam makalah :
1. Apa itu metode dan apa hubungannya dengan strategi belajar mengajar.
2. Apa yang dimaksud metode resitasi.
3. Bagaimana karakteristik metode resitasi
4. Bagaimana langkah-langkah penggunaan metode resitasi.
5. Adakah saran-saran dalam penggunaan metode resitasi.
6. Apa kelebihan metode resitasi.
7. Apa kekurangan metode resitasi.
8. Bagaimana efek penggunaan metode rasitasi dalam motivasi dan hasil belajar siswa.

c. Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar mahasiswa-mahasiswi dapat mengetahui lebih jauh mengenai metode pemberian tugas atau resitasi, mulai dari pengertian (desnkripsi) metode pemeberian tugas atau resitasi, karakteristik metode resitasi, langkah-langkah penggunaan metode resitasi, saran-saran penggunaan metode resitasi, kelebihan serta kekurangan dari metode resitasi, serta efek dari penggunaan metode resitasi dalam motivasi dan hasil belajar siswa.

d. Manfaat

Manfaat dari penyusunan makalah ini adalah selain dapat menambah wawasan, juga diharapkan dengan adanya makalah ini, calon-calon guru (mahasiswa kependidikan khususnya) bisa lebih paham mengenai metode pemberian tugas atau resitasi ini sehingga jadi tahu bagaimana penerapannya, kekurangan, kelebihan, dan efeknya terhadap siswa, sehingga seorang calon guru (mahasiswa) tidak canggung kelak ketika benar-benar menjadi guru dan diharapkan dapat menjadi guru yang professional dibidangnya.



















Bab II
Pembahasan

a. Metode dan apa hubungannya dengan strategi belajar mengajar.

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti, metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem peembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.

b. Penjelasan metode resitasi.

Metode resitasi atau penugasan adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalahnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas, dihalaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, dibengkel, di rumah siswa, atau dimana saja asal tugas itu dapat dikerjakan.
Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit. Artinya, banyaknya bahan yang tersedia dengan waktu kurang seimbang. Agar bahan pelajaran selesai sesuai batas waktu yang ditentukan, maka metode inilah yang biasanya guru gunakan untuk mengatasinya.
Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah (pr), tetapi jauh lebih luas dari itu. Tugas biasanya dilaksanakan dirumah, disekolah, di perpustakaan, dan di tempat lainnya. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar, baik secara individual maupun secara kelompok. Karena itu, tugas dapat diberikan secara individual, atau dapat pula secara berkelompok.
Tugas yang dapat diberikan kepada anak didik ada berbagai jenis. Karena itu, tugas sangat banyak macamnya, bergantung pada tujuan yang akan dicapai; seperti meneliti, tugas menyususn laporan (lisan/tulisan), tugas motorik (pekerjaan motorik), tugas dilaboratorium, dan lain-lain.
Pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan berarti guru memberi tugas tertentu agara siswa melakukan kegiatan belajar. Tugas yang diberikan guru dapat berupa masalah yang harus dipecahkan dan prosedurnya tidak diberitahukan.
Metode penugasan ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, merangsang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Kekurangan metode ini terletak pada sulitnya mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.
Dalam pemberian tugas, guru harus jelas dalam mendeskripsikan tugas untuk siswa. Andaikata tugas harus diselesaikan oleh kelompok, sebiknya guru juga mendeskripsikan tugas untuk anggota kelompok untuk menghindari adanya siswa yang tidak aktif. Sebaiknya tiap anggota kelompok melaporkan hasil yang dibuatnya sendiri disamping ada hasil yang merupakan laporan kelompok. Sebagai contoh ketika guru member tugas kepada siswa kelas I SLTP untuk mengamati ekosistem, anggota no.1 dan no.2 diminta untuk mengamati komponen biotic, anggota no.3 dan no.4 mengamati komponen abiotik, sedangkan anggota no.5 mencari latar belakang teori dan menuntaskan hasil pengamatan dan hasil diskusi. Ketika laporan kelompok tentang ekosistem diserahkan, sebagai lampiran disertakan hasil pengamatan dari kelompok abiotik dan biotic. Satu hal yang harus dicamkan oleh guru yaitu laporan siswa harus diperiksa dan dikembalikan kepada siswa setelah diperiksa.


c. Karakteristik metode resitasi

Metode pemberian tugas merupakan metode pembelejaran yang menekankan pada pemberian tugas oleh guru kepada anak didik untuk menyelesaikan sejumlah kecakapan, keterampilan tertentu.
Selanjutnya hasil dari menyelsaian tugas tersebut di pertanggung jawabkan kepada guru. Dalam pelaksanaannya anak didik tidak hanya dapat menyelesaikan di rumah akan tetapi juga dapat menyelesaikan di perpustakaan, laboratorium, ruang-ruang praktekum dan sebagainya.
Metode resitasi atau pemberian tugas, di samping merangsang siswa untuk aktif belajar, baik secara individual maupun kelompok, juga menamkan tanggung jawab. Oleh sebab itu tugas dapat di berikan secara invidu maupun secara kelompok.
Dalam pembelajaran biologi, metode resitasi biasa digunakan untuk berbagai materi yang terkait erat dengan aspek knowlage, aspek afeksi dan psikomotor. Materi-materi yang bias di ajarkan dengan metode resitasi ini misalnya materi tentang sejarah ekosistem, seperti saling ketergantungan antara faktor biotik dan faktor abiotik.

d. Langkah-langkah penggunaan metode resitasi.

Ada langkah-langkah yang harus diikuti dalan penggunaan metode tugas atau resitasi, yaitu :
a. Fase pemberian tugas
Tugas yang diberikan kepada siswa hendaknya mempertimbangkan :
 Tujuan yang akan dicapai
 Jenis tugas yang jelas dan tepat sehingga anak mengerti apa yang ditugaskan tersebut.
 Sesuai dengan kemampuan siswa
 Ada petunjuk.sumber yang dapat membantuk pekerjaan siswa
 Sediakan waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas tersebut
b. Langkah pelaksanaan tugas
 Diberikan bimbingan/pengawasan oleh guru
 Diberikan dorongan sehingga anak mau bekerja
 Diusahakan/dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain
 Dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematik
c. Fase mempertanggungjawabkan tugas
Hal yang harus dikerjakan pada fase ini :
 Laporan siswa baik lisan/tertulis dari apa yang telah dikerjakannya.
 Ada Tanya jwab/diskusi kelas
 Penilaian hasil pekerjaan siswa baik dengan tes maupun nontes atau cara lainnya.
Fase mempertanggungjawabkan tugas inilah yang disebut “resitasi”


e. Beberapa saran-saran dalam penggunaan metode resitasi.

Oleh karena metode pemberian tugas (resitasi) ini tidak lepas dari kekurangan dan kelemahannya, maka kiranya perlu guru memperhatikan saran-saran pelaksanaannya sebagai berikut :
1. Merencanakan resitasi secara matang
2. Tugas yang diberikan hendaklah didasarkan atas minat dan kemampuan anak didik
3. Tugas yang diberikan berkaitan dengan materi pelajaran yang telah diberikan
4. Jenis tugas yang diberikan kepada siswa itu hendaknya telah dimengerti betul oleh siswa, agar tugas dapat dilaksanakan secara baik
5. Jika tugas yang diberikan itu bersifat tugas kelompok maka pembagian tugas (materi tugas) harus diarahkan, termasuk batas waktu penyelesaiannya
6. Guru dapat membantu penyediaan alat dan sarana yang diperlukan dalam pemberian tuhas
7. Setiap hasil kerja PR murid-murid harus dikoreksi dengan teliti, diberi nilai dan kertasnya dikembalikan, untukmemberi rangsangan/dorongan
8. Perkembangan nilai prestasi murid-murid perlu dicatat pada buku catatan nilai guru agar diketahui grafik belajar mereka
9. Tugas yang diberikan dapat merangsang perhatian siswa dan realistis

f. Kelebihan metode resitasi.

Kelebihan metode resitasi :
 Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
 Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
 Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
 Dapat mengembangkan kreativitas siswa
 Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih banyak
 Memupuk rasa tanggung jawab
 Memperkuat motivasi belajar
 Menjalin hubungan antara sekolah dengan keluarga
 Mengembangkan keberanian berinisiatif
g. Apa kekurangan metode resitasi.
Kekurangan metode resitasi :
 Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
 Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja , sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
 Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
 Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa
 Memerlukan pengawasan yang ketat, baik oleh guru maupun orang tua
 Banyak kecenderungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman
 Dapat menimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas
 Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur.

h. Bagaimana efek penggunaan metode rasitasi dalam motivasi dan hasil belajar siswa.

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, bahwasannya metode resitasi adalah salah satu metode pengajaran yang digunakan oleh sebagian besar guru, termasuk guru bidang study biologi. Dalam hal ini metode resitasi dapat memberikan motivasi serta peningkatan hasil belajar siswa, dikarenakan :
 Siswa dapat mempelajari materi biologi lebih luas karena adanya tugas yang diberikan oleh guru di luar jam pelajaran yang hasilnya dipertanggung jawabkan kepada guru yang bersangkutan.
 Siswa dapat menguasai bahan pelajaran dengan baik karena guru memberikan tugas yang tidak hanya dikerjakan di kelas yang sempit dan terbatas oleh waktu.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya metode resitasi memberikan efek yang besar bagi peserta didik dalam memahami materi bidang study biologi, sehingga mereka dapat termotivasi dan hasil belajarnya meningkat.





















Bab III
Penutup

a. Kesimpulan

Metode resitasi atau penugasan adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Masalahnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas, dihalaman sekolah, di laboratorium, di perpustakaan, dibengkel, di rumah siswa, atau dimana saja asal tugas itu dapat dikerjakan.
Kelebihan metode resitasi :
 Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
 Dapat mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru
 Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa
 Dapat mengembangkan kreativitas siswa
 Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih banyak
 Memupuk rasa tanggung jawab
 Memperkuat motivasi belajar
 Menjalin hubungan antara sekolah dengan keluarga
 Mengembangkan keberanian berinisiatif
Kekurangan metode resitasi :
 Siswa sulit dikontrol mengenai pengerjaan tugas
 Khusunya untuk tugas kelompok, tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikan adalah anggota tertentu saja , sedangkan anggota lainnya tidak berpartisipasi dengan baik
 Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa
 Sering memberikan tugas yang monoton dapat menimbulkan kebosanan siswa
 Memerlukan pengawasan yang ketat, baik oleh guru maupun orang tua
 Banyak kecenderungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman
 Dapat menimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas
 Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur.

b. Saran dan kritik

Alhamdulillah tiada harapan dan upaya sedikitpun dari kelompk kami kecuali makalah ini dapat bermanfa’at bagi segenap pembaca, dan dapat menambah sedikit banyak mengenai metode pembelajaran dalam strategi pembelajaran.
Di balik itu semua maka dengan segala kemampuan yang penulis miliki tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini. Sudilah kiranya memberi teguran dan pembenaran kontruktif bagi kami, terutama dari teman-teman mahasiswa dan bapak dosen pengampu hususnya, dan sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.





Daftar Pustaka


Adi Yulianto, Joko. 2011. Metode Resitasi 1. http://pandidikan.blogspot.com /2011/03/metode-resitasi.html
Adi Yulianto, Joko. 2011. Metode Resitasi 2. http://pandidikan.blogspot.com/ 2011/03/metode-resitasi-2.html
Bahri Djamarah, Syaiful dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Muthoharoh. 2011. Metode Pemberian Tugas (Resitasi). https://alhafizh84.wordpress.com/tag/metode-pemberian-tugas/

Nahel, Bintu. 2011. Langkah-langkah metode resitasi. http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2134116-langkah-langkah-metode-resitasi-penugasan/
Rustaman, dkk. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Penerbit JICA, Yogyakarta

Safira, Joe. 2011. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi. http://www.zimbio.com/member/joesafira/articles/7ozON9JG6GG/Metode+Pemberian+Tugas+dan+Resitasi
Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Penerbit Kencana, Jakarta.

Syarifuddin, Moh. 2011. Metode Pemberian Tugas (Resitasi). http://www.syafir.com/2011/01/08/metode-pemberian-tugas-resitasi

Sabtu, 19 Maret 2011

Virus

VIRUS


Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara mahluk hidup dan benda mati. Dikatakan peralihan karena virus mempunyai sebagian ciri-ciri mahluk hidup, misalnya dapat berkembang biak tetapi juga memiliki ciri-ciri benda mati, yaitu dapat dikristalkan. Di laboratorium, virus dapat di kembang biakkan dalam telur ayam yang berisi embrio.
Penyelidikan tentang mikroorganisme di mulai sejak di temukannya mikroskop oleh Anton van Leeuwehoek (1632-1732). Sesudah penemuan lLeeuwonhoek itu, perhatian terhadap dunia mikroorganisme mulai berkembang.
Sejarah penemuan virus di mulai pada tahun 1882 dengan adanya penyakit yang menimbulkan bintik-bintik kuning pada daun tembakau. Seorang ilmuwan Jerman bernama A. Meyer mendapati bahwa penyakit itu menulari tanaman tembakau lain. Meyer melakukan percobaan dengan menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman yang sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.
Percobaan itu di ulang oleh ilmuwan Rusia, D. Ivanowsky. Pada saat itu lembaga Pasteur paris telah berhasil menemukan suatu filter (saringan) yang menyaring bakteri. Ivanowsky menyaring getah tanaman tembakau dengan penyaring bakteri, lalu hasil penyaringan dioleskan pada tanaman sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular. Ivanowski lalu menyimpulkan bahwa organisme yang menyerang tembakau tersebut adalah bakteri pathogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang di produksi oleh bakteri tersebut, yang lolos dari penyaring bakteri dan menimbulkan penyakit.
Pada tahun 1897, M. Beijerink, ahli mikrobiologi Belanda menemukan fakta bahwa organisme penyerang tembakau dapat bereproduksi pada tanaman yang di tumpanginya tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertubuhan bakteri. Fakta lainnya menunjukkan bahwa organisme tersebut tidak mati saat di masukkan ke dalam alkohol, berbeda dengan bakteri yang mati jika di masukkan ke dalam alkohol.beijerink menyimp[ulkan bahwa organisme yang menyerang tembakau sangat kecil dan hanya hidup pada mahluk yang di serangnya. Namun Beijerink belum berhasil menemukan struktur dan jenis mahluk itu.pada tahun 1935, Wendell Stanley seorang ilmuwan Amerika berhasil mengkristalkan mahluk yang menyerang tanamana tersebut. Mahluk itu kemudian disebut dengan TMV (Tobacco Mosaic Virus) atau virus mozaik tembakau. Sejak saat itu penelitian mengenai virus di kembangkan.

A. Ciri-ciri virus

Virus memiliki ciri-ciri yang tidak dimiliki oleh organisme lain. Virus hanya dapat berkembang biak di sel-sel hidup lain (sifat virus parasit obligat) kerananya, virus dapat di biakkan pada telur ayam yang berisi embrio hidup. Untuk bereproduksi virus hanya memerlukan asam nukleat saja. Virus tidak dapat bergerak maupun melakukan metabolismenya sendiri. Virus tidak dapat membelah diri. Virus tidak dapat di endapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat di kristalkan.

Struktur Virus
 Virus bersifat aseluler/ uniseluler
 Virus berukuran sangat kecil, antara 20 mu-300 mu (1 mikron = 1000 milimikron). Untuk mengamatinya dengan menggunakan mikroskop electron dengn perbesaran 50.000x.
 Virus hanya memiliki satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
 Virus umumnya semacam hablur (kristal dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang oval, memanjang, silindris, kotak, dan kebanyakn berbentuk seperti kecebong dengan kepala oval dan ekor silindris.


 Tubuh terdiri atas : kepala, kulit(selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
a) Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya di selubungi kapsid
b) Kapsid
Kapsid adalah selubung luar yang berupa protein. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer; misalnya, kapsid pada TMV yang teridir atas satu rantai polipeptida yang tersusun atas 2.100 kapsomer. Kapsid juga dapat terdiri atas protein-protein monomer identik, yang masing-maing teridir dri rantai polipeptida.
c) Isi Tubuh
Isi tubuh yang sering di sebut virion adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA), contohnya sebagai berikut :
1. Virus yang sisi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus anatar lain virus poliomyelitis, virus radang mulut dan kuku, dan virus influenza.
2. Virus yang issi tubuhnya RNA, protein, lipida, dan polisakarida, contohnya paramixovirus
3. Virus yang issi tubuhnya terdiri atas RNA, protein, dan banyak lipida, contohnya virus cacar
d) Ekor
Ekor virus merupaka alat penangkap ketubuh ornaisme yang di serangnya. Ekor virus terdiri dari tabung bersumbat yang dilengkapi banang/serabut.
Pada virus di jumpai asam nukleat yang di selubungi kapsid, disebut nukleokapsid. Ada dua macan nukleoapsid, yaitu :
1. Nukleokapsid yang telanjang, misanya TMV, Adenovirus, dan virus kutil (Warzer Virus).
2. Nukleokapsid yang di selubungi suatu membrane pembungkus, misalnya ivrus influenza dan virus herpes.


B. Virus pemakan bakteri (bakteriofag)

Dua orang ilmuwan bernama Twort (1916) dan d’Herelle (1917) menemukan virus penyerang bakteri yang menyebabkan bakteri lisis (pecah). Virus yang menyerang bakteri I sebut bakterioafg (bachteriopage =pemakan bakteri) atau sering di singkat phage (fag). Fag yang sering di selidiki adalah fag yang bersiaft parasit pada bakteri E. Coli yang di sebut T-coli.
Ada beberapa fag yang sudah di kenal, yaitu fag T2, T3, T4, T5, T6 dan T7. Secara morfologi bentuk luar keenam fag tersebut tidak banyak berbeda. Akan tetapi, secara serologi (ilmu yang mempelajari serum) mereka menunjukkan perbedaan yang nyata. Fag T2, T4, dan T6 disebut T genap, termasuk satu golongan serologi. T3 dan T7 termasuk srolongi yang lain, sedangkan T3 dan T5 berlainan satu sama lain dan juga berbeda dengan serologi T yang lain.
Fag T terdiri atas kepala berbentuk heksagonal dengan diameter 50-65 mu. Kepala merupakan bagian utama yang pusatnya terdiri atas DNA. Bagian luar terdiri atas selubung protein sebagai pelindung. Ekor berupa tabung bersumbat di lengkapi benag/ serabut.

C. Perkembang biakan virus

Untuk perkembang biakan, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup. Oleh karena itu, vius menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi.
Ada dua macam cara virus menginfeksi bakteri, yaitu secara litik dan secara lisogenik. Pada infeksi secara litik, virus kan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada infeksi secara lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembang biak virus pun ikut membelah.
Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofag, yaitu melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.

a. Infeksi Secara Litik
Infeksi secara litik melalui fase-fase berikut ini ;
1. Fase adsorbs dan infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel bakteri, derah itu di sebut daerah reseptor (receptor site=receptor spot). Daerha ini khas bagi fag tertentu, dan fag jenis lain tidak dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolism, tetapi memiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri.
Sesudah dinding sel bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ek dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri.
2. Fase Replikasi
DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) mengguakan DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah berates-ratus molekul DNA baru virus yang lengkap dengan selubungnya.
3. Fase pembebasan vrus fag-fag baru/ fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (litik) sehingga keluarkan fag yang baru. Jumlah virus yang baru ini dapat mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit.

b. Infeksi Secara Lisogenik

Infeksi secara lisogenik melalui fase-fase berikut ini :
1. Fase adsorbsi dan infeksi
Gas menempel pada tempat yan spesifik. Virus melakukan penetrasi pada bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya kedalam tubuh bakteri.
2. Fase penggabungan
DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak akitf, tetapi sedikitnya ada satu gen yang selalu aktif. Gen aktif selalu mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga gaar sebagian gen profag tidak aktif.
3. Fase Pembelahan
Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dau sel anakan bakteri jugam engandung profag di dalam selnya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus selama selv bakteri yang mengandung profag membelah.
Jadi, jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahan sel, tetapi terjadi penyususnan bahan virus (fag) baru yang berasal dari bahan yang telah ada dalam sel bakteri yang di serang.


d. Peranan Virus dalam Kehidupan manusia

Pada umumnya ivrus berisaf merugikan. Virus dapat mengunfeksi tumbuhan, hewan, dan manusia yang menimbulkan penyakit.

a. Penyakit pada tumbuhan yang di sebabkan oleh virus
1. Mosaik, penyakit yang menyebabkan bercak kuning pada dan tumbuhan seperti tembakau, kacang kedelai, tomat, kentang, dan beberapa jenis labu. Penyakit ini di sebabkan oleh Tobacco Mozaic Virus (TMV)
2. Yellows, penyakit yang menyerang tumbuhan aster.
3. Daun menggulung, terjadi pada tembakau, kapas, dan lobak yang diserang virus TYMV

b. Penyakit pada manusia yang di sebabkan oleh virus

1. Influenza
Penyebab influenza adalah virus ortomyxovirus yang berbentuk seperti bola. Virus influenza di tularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernafasan. Virus influenz pada umumnya menyerang hanya system pernafasan.
Terdapat tiga type virus influenz yaitu type A, B, dan C. Type A dapat menginfksi hewan dan manusia, sedangkan B dan C hanya menginfkesi manusia.
Gejala influenza adalah demam, sakit kepala, pegal linu otot, dan kehilangan nafsu makan. Orang yang terserang influenza biasanya akan sembuh dalam 3 sampai 7 hari.
Penanggulangan virus initelah diusahakan oleh beberapa ahli dengan pembuatan vaksin. Pendekatan tarbaru adalah dengan pemakaian mutan virus hidup yang dilemahkan untuk mendorong agar respon kekebalan tubuh meingkat. Pencegahan terhadap penyakit influenza adalah dengan menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan penderita influenza.
2. Campak
Campak di sebabkan oleh virus paramyxovirus yang mengandung enzim neuorminidase. Gejala campak adalah demam tinggi, batuk, dan rasa nyeri di seluruh tubuh.
Di awal masa inkubasi, virus berlipat ganda di saluran pernafasan atas. Di akhir masa inkubasi, virus menuju darah dan beredar ke seluruh tubuh, terutama kulit.
3. Cacar air
Cacar air di sebabkan oleh virus Herpesvirus varicellae. Virus ini mempunyai DNA ganda dn menyerang sel diploid manusia.
4. Hepatitis
Hepatitis (pembengkakan hati) disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 3 macam virus hepatitis yaitu hepatitis A, B, dan C(non-A,non-B). gejalanya adalah demam, mual, dan muntah, serta perubahan warna kulit dan selaput lendir menjadi kuning. Virus hepatitis A cenderung menimbulkan hepatitis kronis. Penderita hepatitis B mempunyai ririko menderita kanker hati. Penyakit ini dapat menular melalui minuman yang terontaminasi, tranfusi darah, dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
5. Polio
Polio disebabkan oleh poliovirus. Serangan poliovirus menyebbkan lumpuh bila virus menginfeksi selaput otak (meinges) dan merusak sel saraf yang berhubungan dengan saraf tepi.
Virus ini menyerang anak-anak berusia antara 1-5 tahun. Virus polio dapat hidup di ari selama berbulan-bulan, sehingga dapat menginfeksi melalui ari yang diminum. Daam keadaan beku virus ini dapat bertahan sangat lama. Penyakit ini dapat di tularkan melalui lingkungan yang buruk, melalui makana dan minuman. Penularan dapat terjadi melalui alat makan bahkan melalui ludah.
6. Gondong
Penyakit gondong di sebabkan oleh paramyxovirus. Virus ini hanya memiliki RNA saja. Paramyxovirus dapat hidup di jaringan otak, selaput otak, pancreas, testis, kelenjar parotid, dan kadang di hati.
Penyakit gondong ditandai dengan pembengkakan di elenjar paroti pada leher di bawah daun telinga. Penularannya terjadi mellaui kontak langsung dengan penderita mellaui ludah, urin, dan muntahan.
7. AIDS
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penurunan system kekebalan tubuh yang di sebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Virus HIV adalah virus kompleks yang mempunyai 2 molekul RNA di dalam itinya. Virus tersebut diduga kuat berasal dari virus kera afrika yang telah mengalami mutasi.
Walaupun AIDS sangat mematikan, penularannya tidak semudah penularan virus lain. Virus HIV tidak di tularkan melalui kontak biasa seperti jabat tangan, pelukan, batuk, bersin, peralatan makan dan mandi, asalkan tidak ada luka di kulit.
Virus HIV dapat masuk kedalam tubuh melalui luka dikulit atau selaput lendir. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfuse darah, dan penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Gejala awal ditandai oleh pembesaran nodus limfa. Penyakit yang umumnya di derita adalah pneumonia, diare, kanker, penurunan berat badan, dan gagal jantung. Pada penderita, virus HIV banyak terkonsentrasi di dalam darah dan cairan mani. Sekali virus menginfeksi penderita, virus akan tetap ada sepanjang hidup penderita.
8. Ebola
Gejala awal yang ditimbulkan ebola mirip influenza, yaitu demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan hilang nafsu makan. Gejala ini muncul setelah 3 hari terinfksi. Setelah itu virus ebola mulai mereplikasikan dirinya. Virus ebola menyerang sel darah, mengakibatkan kulit memar, melepuh, dan seringkali larut seperti kertas basah.
Pada hari ke-6, darah keluar dari mata, hidung dan telinga. Selain itu penderita memuntahkan caira hitam yang merupakan jaringan dalam tubuh yang hancur. Pada hari ke-9, biasanya penderita akan mati. Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita Ebola (darah, feses, urin, ludah, keringat). Sampai saat ini belum ada obat penyembuhnya.
Virus evla di temukan pada tahun 1976 di Sudan dan Zaire. Habitatnya dialam belum diketahui, demikian pula bagaiman prosesnya menjadi epiemik. Virus ebola dapat hidup diatmosfer salam beberapa menit, kemudian akan mati oleh radiasi ultraviolet.
9. Herpes Simplex
Disebabkan oleh virus anggota suku Herpetoviridae, yang menyerang kulit dan selaput lendir. Virus herpes simplex dapat menyerang bayi, anak-anak, dan orang dewasa. Penyakit ini biasa menyerang mata, bibir, mulut, kulit,, alat kelamin, dan kadang-kadang otak. Infeksi pertma biasanya setempat dan cenderung hilang timbul. Virus masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil. Pada bayi, virus sering ditularkan pada saat ilahirkan. Selain itu virus juga di tularkan melalui hubungan seksual. Kecuali pada mata dan otak, gejala utama penyakit ini adalah timbulnya gelembung-gelembung kecil. Gelembung-gelembung tersebut sangat mudah pecah. Infeksi pada alat kelamin di duga merupakan salah satu factor penyebab tumor ganas di daerah genitalia tersebut.
10. Pappiloma
Disebabkan oleh salah satu virus yang diduga dapat menimbulkan tumor dikulit,alat kelamin, tenggorokan, dan saluran utama pernafasan. Infeksi terjadi melalui kontak langsung dan hubungan seksual dengan penderita.
11. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)
Diduga di sebabkan oleh virus Corona mamalia (golongan musang,rakun) yang mudah sekali bermutasi setiap terjadi replikasi . Gejala-gejala penyakit: suhu tubuh diatas 39’C, menggigil, kelelahan otot, batuk kering, sakit kepala, susah bernafas, dan diare.
12. Rabies
Disebabkan oleh virus rabies. Rabies sebenarnya merupakan penyakit yang menyerang hewan, misalnya anjing, ucing, dan kelelawar penghisap darah. Hewan yang terkena dapat menunjukkan tingkah laku agresif maupun kelumpuhan.
VIrus di tularkan pada manusia melalui gigitan binatang yang terinfeksi. Setelah masa inkubasi yang sangat berfariasi, dari 13 hari sampai 2 tahun (rata-rata 20-60 hari), timbul gejala kesemutan di sekitar luka gigitan, gelisah, otot tegang. Gangguan fungsi otak, seperti hilangnya kesadaran, terjadi kira-kira satu minggu kemudian. Rabies seringkali menyebakan kematian.
Sebagai panduan tentang rabies, dapat dipakai teori dari Vaughan sebagai berikut :
1) Jika hewan yang menggigit tidak menunjukkan gejala rabies dalam waktu 5-7 hari setelah menggigit, dapat di anggap bahwa gigitan tidak mengandung virus rabies.
2) Tidak semua hewan berpenyakit rabies mengeluarkan virus rabies dalam ludahnya.
3) Gigitan kucing lebih berbahaya di bandingkan gigitan anjing, karena kemungkinan adanya virus dalam ludah kucing yang terinfeksi rabies lebih besar (90%) dari pada anjing (45%). Pencegahan penyakit pad hewan dilakukan dengan vaksinasi.
c. Penyakit pada hewan yang di sebabkan oleh virus
Jenis virus yang menyebabkan penyakit pada hewan, antara lain :
1. Polyoma, penyebab tumor pada hewan
2. Adenovirus, penyebab tumor pada hewan tertentu
3. Rhabdovirus, penyebab rabies
4. Retrovirus, contohnya HIV

E. Kegunaan Virus Dalam Kehidupan

Melalui penerapan teknologi biologi, berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus telah dapat dihindari dengan menggunakan vaksin yang bekerja efektif terhada virus. Metode baku untuk memproduksi vaksin anti virus adalah :
1. Menumbuhkan virus di dalam tubuh hewan yang cocok atau di dalam sel yang ditumbuhkan di laboratorium.
2. Virus dimatikan atau dilemahkan sebelum diinjkesikan pada tubuh manusia. Sebagai respons terhadap virus ini. Sistem kekebalan tubuh akan membuat antibody untuk menyerang virus. Antibody yang telah terbentuk ini akan diingat oleh sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan bila sewaktu-waktu terjadi.

Pembuatan Vaksin

Belum lama ini para ilmuwan telah berhasil mengkultur sel-sel vertebrata dalam berrbgaai ukuran. Prosesnya dimulai dengan member enzim proteolitik, misalkan tripsin, pada jaringan yang sesuai untuk memisahkna sel-sel. Sel-sel lalu diberi nutrient tertentu untuk melekatkan sel-sel tersebut di wadah. Sel-sel tersebut akan membelah secara mitosis membentuk satu lapis sel. Sel ini dapat digunakan untuk membentuk kultur sekunder.
Agar sel-sel kultur ini terus membelah, maka ditambahkan bahan kimia atau virus-virus yang mendorong pembentukan sel-sel kanker. Sel-sel tersebut di sebut neplastik.
Vaksin dapat dibuat dengan bantuan mikrooranisme (virus,bakteri) yang dilemahkan ataupun toksin yang di hasilkan mikrrorganism tersebut. Namun, seringkali vaksin juga menyebabkan berbagai efek samping yang merugikan, misalnya :
1. Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat vaksin mungkin masih melanjutkan proses metabolisme.
2. Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat vaksin mungkin masih memiliki kemampuan menyebabkan penyakit.
3. Ada sebagian orang yang alergi terhadap sisa-sia sel yang dtinggalkan dari produksi vaksin meskipun sudah di lakukan proses pemurnian.
4. Orang-orang yang bekerja dalam pembuatan vaksin mungkin bersentuhan dengan organisme berbahaya yang digunakan sebagai bahan pembuat vaksin meskipun di cegah dengan pengamnan (masker, sarung tangan).
Dengan adanya masalah-masalah diatas, maka pembutan vaksin secara konvensional diubah menggunakan rekayasa genetika untuk embgurangi resiko yang tidak diinginkan. Prinsip-prinsip rekayasa genetika dalam pembuatan vaksin adalah :
1. Mengisolasi (memisahkan) gen-gen penyebab penyakit berperan menghasilkan antigen untuk merangsang limfosit inang dalam menghasilkan antibody.
2. Menyisipkan gen-gen diatas ketubuh organisme yang kurang pathogen.
3. Mengkultur organisme hasil rekayasa , sehingga menghasilkan antigen dalam jumlah banyak.
4. Mengekstrasikan antigen, lalu digunakan sebagai vaksin.
Dari beberapa penerapan kultur sel hewan, produksi vaksin virus adalah yang pertama di lakukan. Prosesnya adalah virus di tumbuhkan daam kultur sel, misalnya sel dari embrio ayam atau ginjal monyet. Kemudian, panen dari virus-virus tersebut diekstraksi dengan penyaringan. Virus tersebut dilemahkan (disebut vaksin) dan dapat di simpan dalam suhu rendah sehingga siap digunakan. Contoh vaksin yang dibuat dengan cara ini adalah poliomyelitis, gondong, cacar air, rubella, dan rabies.
Adanya vaksin memungkinkan kekebalan tubuh bekerja, misalnya membentuk antibody. Atau membantu tubuh membentuk sel penting yang akan menghasilkan antibody jika penyakit timbul dalam satu bentuk virulen.

Jamur


colo_6.jpg   JAMUR








 


Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara : membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi (dari akar kata Yunani μυκες, "lendir", dan λογοσ, "pengetahuan", "lambang").
Posisi fungi dalam taksonomi. Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.

Fungi merupakan organisme eukariotik, heterotrof karena tidak mengandung klorofil, makanan diambil dengan cara absorbsi dari lingkungan dan berkembang biak dengan spora.

cara mendapatkan nutrisi pada beberapa makhluk hidup :
~ Fungi = heterotrof yang absorbtif
~ Hewan = heterotrof yang fagotrof. heterotrof adalah organisme yang tidak dapat mensintesis karbohidrat dari bahan-bahan anorganik
~ Tumbuhan = autotrof

Kita telah mengenal jamur dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sebaik tumbuhan lainnya. Hal itu disebabkan karena jamur hanya tumbuh pada waktu tertentu, pada kondisi tertentu yang mendukung, dan lama hidupnya terbatas. Sebagai contoh, jamur banyak muncul pada musim hujan di kayu-kayu lapuk, serasah, maupun tumpukan jerami. namun, jamur ini segera mati setelah musim kemarau tiba. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia telah mampu membudidayakan jamur dalam medium buatan, misalnya jamur merang, jamur tiram, dan jamur kuping.
 

A. Struktur Jamur

Ciri dan Struktur Tubuh
1. Merupakan organisme eukariotik, dengan bentuk tubuh ada yang uniseluler (bersel satu) dan ada yang multiseluler (bersel banyak)
   a7.jpg
2. Bentuk tubuh jamur yang bersel satu umumnya bulat, sedangkan jamur yang bersel banyak tersusun atas kumpulan benang (hifa) yang disebut miselium.
3. Jenis hifa yang membangun tubuh jamur multiseluler ada yang bersekat(hifa septa) dan ada yang tidak bersekat (hifa coenositik). Tiap-tiap sekat merupakan satu sel, dengan satu atau beberapa inti sel. Ada pula hifa tidak bersekat melintang, yang mengandung banyak inti yang di sebut hifa coenositik. Struktur hifa senositik dihasilkan oleh pembelahan inti sel berkali-kali yang tidak diikuti dengan pembelahan sitoplasma. Hifa pada jamur yang bersifat parasit biasanya mengalami modifikasi menjadi haustoria yang merupakan organ penyerap makanan dari substrat; haustoria dapat menembus jaringan substrat. Kumpulan hifa membentuk benang di sebut miselium. Miselium tumbuh menyebar di atas substrat dan berfungsi sebagai penyerap makanan dari lingkungannya. Kumpulan miselium di sebut tubuh buah atau basidiokarp.
4. Fungsi hifa adalah untuk menyerap nutrisi dan sebagai alat reproduksi vegetatif (membentuk alat pembiakan vegetatif berupa sporangium dan konidium). Di dalam sporangium terdapat spora. Konidiofor (pembawa konidia) dapat menghasilkan konidium.
5. Habitat jamur umumnya di daratan terutama di tempat-tempat yang lembab.

Bakteri dan Archaebacteria


BAKTERI & ARCHABACTERIA



A. Bakteri

Bakteri
Dari asal kata Bakterion (yunani = batang kecil). Di dalam klasifikasi bakteri digolongkan dalam Divisio Schizomycetes.

1. CIRI-CIRI UMUM
-        Tubuh uniseluler (bersel satu)
-        Tidak berklorofil (meskipun begitu ada beberapa jenis bakteri yang memiliki pigmen seperti klorofil sehingga mampu berfotosintesis dan hidupnya autotrof
-        Reproduksi dengan cara membelah diri (dengan pembelahan Amitosis)
-        Habitat: bakteri hidup dimana-mana (tanah, air, udara, mahluk hidup)
-        Satuan ukuran bakteri adalah mikron (10-3)
 
Gbr. arsitektur suatu sel bakteri yang khas

2. BENTUK-BENTUK BAKTERI
-        Kokus : bentuk bulat, monokokus, diplokokus, streptokokus,
stafilokokus, sarkina
-        Basil : bentuk batang, diplobasil, streptobasil
-        Spiral : bentuk spiral, spirilium (spiri kasar), spirokaet (spiral halus)
-        Vibrio : bentuk koma

Gbr. bentuk-bentuk bakteri

ALAT GERAK BAKTERI
Beberapa bakteri mampu bergerak dengan menggunakan bulu cambuk/flagel. Berdasarkan ada tidaknya flagel dan kedudukan flagel tersebut, kita mengenal 5 macam bakteri.
1.      Atrich : bakteri tidak berflagel. contoh: Escherichia coli
2.      Monotrik : mempunyai satu flagel salah satu ujungnya. contoh: Vibrio cholera
3.      Lofotrik : mempunyai lebih dari satu flagel pada salah satu ujungnya. contoh: Rhodospirillum rubrum
4.      Ampitrich: mempunyai satu atau lebih flagel pada kedua ujungnya. contoh: Pseudomonas aeruginosa
5.      Peritrich :  mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya. contoh: Salmonella typhosa

Gbr. alat gerak bakteri
3. Struktur Tubuh Bakteri
4. Reproduksi Bakteri
5. Rekombinasi DNA Bakteri
a. Transformasi
b. Transduksi
6. Penggolongan Bakteri
A.berdasarkan Cara Memperoleh Makanan
1. Bakteri Heterotrof
Gambar Bakteri Escherichia coli
2. Bakteri Autotrof
B. Berdasarkan Kebutuhan Oksigen
1. Bakteri Aerobik
2. Bakteri Anaerobik
Gambar Struktur Clostridium Tetani
NUTRISI BAKTERI
  1. Dengan dasar cara memperoleh makanan, bakteri dapat dibedakan menjadi dua:
    Bakteri heterotrof: bakteri yang tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Kebutuhan makanan tergantung dari mahluk lain. Bakteri saprofit dan bakteri parasit tergolong bakteri heterotrof.
  2. Bakteri autotrofl bakteri yagn dapat mensistesis makannya sendiri. Dibedakan menjadi dua yaitu (1) bakteri foto autotrof dan (2) bakteri kemoautotrof.

KEBUTUHAN AKAN OKSIGEN BEBAS
Dengan dasar kebutuhan akan oksigen bebas untuk kegiatan respirasi, bakteri dibagi menjadi 2:
- Bakteri aerob: memerlukan O2 bebas untuk kegiatan respirasinya
- Bakteri anaerob : tidak memerlukan O2 bebas untuk kegiatanrespirasinya.

PERTUMBUHAN BAKTERI
dipengaruhi oleh beberapa faktor :
  1. Temperatur, umumnya bakteri tumbuh baik pada suhu antara 25 - 35 derajat C.
  2. Kelmbaban, lingkungan lembab dan tingginya kadar air sangat menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri
  3. Sinar Matahari, sinar ultraviolet yang terkandung dalam sinar matahari dapat mematikan bakteri.
  4. Zat kimia, antibiotik, logam berat dan senyawa-senyawa kimia tertentu dapat menghambat bahkan mematikan bakteri.

7. PERANAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN
A. Bakteri yang menguntungkan
1. Sebagai Mahluk Pengurai/Saprovor. Bersama-sama dengan jamur, bakteri berperan sebagai pengurai mahluk-mahluk yang sudah mati
2. Penghasil Antibiotik. Dari bakteri golongan Actinomycetes (bentuk peralihan antara bakteri dan jamur) dihasilkan bermacam-macam antibiotik. Misalnya: Streptomisin >> dari treptomyces griseus, Kloramfemikol >> dari Streptomyces venezuelae.
3. Penghasil Bahan Pangan.
- Asam cuka >> dari Acetobacter acetil
- Yoghurt >> dari Lactobacillurs bulgaricus
- Sari kelapa/Nata de Coco >> dari Acetobacter xylinum
4. Pengikat N2 bebas di udara:
Bersimbiosis dengan tanaman Leguminosae (tanaman buah polong)
- Rhizobium leguminosarum dan R. radicicola.
Hidup bebas :
- Azotobacter, Rhodospirillum rubrum, Clostridium pasteurianum.

B. Bakteri yang merugikan
Bakteri patogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit pada organisme lain.

Pada tumbuhan misalnya:
Xanthomonas citri >> penyebab kanker batang jeruk.
Erwinia trachelphilia >> penyebab penyakit busuk daun labu.

Pada hewan misalnya:
Bacillus antraxis >> penyebab penyakit anthrax pada hewan ternak.
Actynomyces bovis >> penyebab penyakit bengkak pada rahang sapi.

Pada manusia misalnya:
Salmonella thyphosa >> penyebab penyakit tifus
Mycobacterium tuberculosis >> penyebab penyakit TBC
Mycobacterium leprae >> penyebab penyakit lepra
Treponema pallidum >> penyebab penyakit sifilis
Shigella dysentriae >> penyebab penyakit disentri basiler
Diplococcus pneumoniae >> penyebab penyakit radang paru-paru
Vibrio cholera >> penyebab penyakit kolera
Gambar Treponema pallidum
TINDAKAN PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN TERHADAP PENYAKIT BAKTERI
1.Tindakan pencegahan dengan pemberian vaksin. Misalnya vaksin BCG >> pencegahan terhadap penyakit TBC. Vaksin DPT >> pencegahan penyakit difteri, pertusis dan tetanus
2.Tindakan pengobatan: Dapat dengan cara pemberian antibiotic
8. Sterilisasi
9. PENGAWETAN MAKANAN
1. Cara-cara tradisional >> pengasapan, penggaraman, pengeringan, pemanisan
2. Cara-cara modern -> Sterilisasi, Pasteurisasi, pendinginan, penggunaan bahan kima dan teknik iradiasi














B. Alga Hijau-Biru

1. Ciri Alga Hijau Biru
1)      Intinya tidak diselubungi oleh membrane (prokariotik)
2)      Dinding sel terletak diantara plasmalema dan selubung lendir. Dinding sel mengandung peptida, hemiselulosa dan selulosa.
3)      Beberapa ganggang hijau biru yang berkoloni dengan bentuk filamen memiliki heterotista dan spora istirahat.
4)      Tumbuhan bersel satu, benang (filamen) dan hidup berkoloni
5)      Memiliki klorofil, karotenoid serta pigmen fikobilin yang terdiri dari fikosianin dan fikoeritin (sering disebut ganggang hijau biru)

      Heterotista adalah sel yang lebih tebal dan tidak memiliki inti . spora istirahat merupakan spora yang dindingnya sangat tebal dan didalamnya berisi sel.

4. Bentuk organisme ini bisa uniseluler (chroocococcus , Anacystis); koloni (Merismopedia, Nostoc, Microcystis) , atau filament (Oscillatoria, Microcoleus, Abaena). Sel yang membentuk koloni adalah serupa sedangkan bentuk filament tersusun dari sekumpulan sel yang membentuk rantai trikoma (seperti tabung), dan selubung .

Apakah ganggang hijau biru itu? Ganggang hijau biru termasuk kedalam monera, karena struktur selnya sama dengan struktur sel bakteri, yaitu bersifat prokariotik. Ganggang hijau biru berukuran mikroskopis. Ganggang hijau biru tersebar luas, banyak ditemukan di perairan tanah yang lembab, permukaan dinding tembok, pot, batu karang yang lembab. Bahkan ditemukan pula di tempat yang kurang menguntungkan lingkungannya. Beberapa jenis dijumpai pada sumber air panas seperti mata air panas Yellow Stone Park di Amerika.

Ciri-ciri dan sifat ganggang hijau biru:
Contoh:
a. Bentuk unisel (satu sel): Chroococcus, Gloeocapsa
b. Bentuk koloni: Polycystis
c. Bentuk filamen: Oscilatoria, Nostoc, Anabaena, Rivularia.
Cara perkembangbiakan ganggang hijau biru, dilakukan dengan tiga cara:
a. Pembelahan sel
Melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap bergabung membentuk koloni.
Misal: Gloeocapsa.

Gambar 14. Gloeocapsa
b. Fragmentasi
Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama pada ganggang Oscillatoria. Pada filamen yang panjang, bila salah satu selnya mati, maka sel mati itu membagi filamen menjadi dua bagian atau lebih. Masing-masing bagian disebut Hormogonium.

Gambar 15. Oscillatoria
c. Spora
Pada keadaan yang kurang menguntungkan akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakan sel vegetatif. Spora membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan. Contoh: Chamaesiphon comfervicolus.
Perhatikan jenis-jenis ganggang hijau biru berikut ini:

Gambar 16. Jenis-jenis ganggang hijau biru

2. Struktur Sel Alga Hijau Biru
3. Reproduksi Alga Hijau Biru
Perkembangbiakan dilakukan dengan pembelahan sel, fragmentasi, dan pembentukan spora.
1. Pembelahan sel
    Melalui cara ini sel dapat langsung terpisah atau tetap bergabung membentuk koloni, misalnya Gloeocapsa.

2. Fragmentasi
    Fragmentasi terutama pada ganggang yang berbentuk filament , misalnya : Oscillatoria.
    Pada filament yang panjang , bila salah satu selnya mati, maka sel mati itu membagi filament menjadi dua atau lebih . masing – masing potongan disebut hormogonium. Bila hormogonium terlepas dari filament induk maka akan menjadi individu baru, misalnya pada plectonema boryanum.

3. Spora 
     Pada keadaan yang kurang menguntungkan akan terbentuk spora yang sebenarnya merupakan sel vegetative, spora ini membesar dan tebal karena penimbunan zat makanan.
Ganggang hijau biru dapat bergerak dengan gerakan meluncur, tetapi gerakan ini sangat lambat, kira – kira 250 mikrometer permenit. Ganggang hijau biru tidak berflagela.

4. Contoh Alga Hijau Biru
Jenis-jenis Ganggang Hijau Biru
a. Ganggang hijau biru bersel satu

Contoh ganggang hijau biru bersel satu adalah Chroococcus dan Gloeocapsa.
1. Chroococcus
Ganggang ini biasanya hidup di dasar kolam yang tenang, tembok yang basah atau cadas. Biasanya sel-sel yang muda tetap bersatu karena ada selubung yang mengikatnya. Pembiakan berlangsung secara vegetatif, dengan membelah diri. Setelah pembelahan, sel-sel tetap bergandengan sehingga membentuk koloni.

Gambar Chroococcus
Gloeocapsa
Ganggang ini hidup pada batu-batuan dan kadang-kadang dijumpai endofit (di dalam tubuh makhluk hidup), atau epifit pada tumbuhan lain. Koloni berbentuk benang yang dapat putus menjadi
hormogonium. Hormogonium dapat tumbuh menjadi koloni baru. Ganggang ini mempunyai spora.
Spirullina: mengandung kadar protein tinggi.
b. Ganggang hijau biru berkoloni (berkelompok)

Contoh ganggang biru berkoloni adalah Polycitis dan Spirullina Polycitis: bentuk seperti bola, hidup di kolam yang tenang dan jernih. Pembiakan dengan cara fragmentasi dari koloni.
c. Ganggang hijau biru berupa benang (filamen)

Contoh ganggang hijau biru berupa benang adalah Oscillatoria, Nostoc comune, Anabaena dan Rivularia.
1. Oscillatoria: ganggang ini berupa benang tebal terdiri dari sel pipih, pembiakan membelah diri dan fragmentasi atau potongan benang yang terpisah timbul menjadi benang baru yang disebut hormogonium.

2. Nostoc comune: ganggang berupa trikoma terdiri dari sel bentuk bola, memiliki selubung dan mempunyai sel yang tidak efektif disebut akinet dan setelah selesai masa dorma bisa tumbuh menjadi trikoma baru. Banyak ditemukan di tanah
alkalis dan batuan yang lembab, misal di sawah.

3. Anabaena: ganggang berupa trikoma diliputi oleh selaput lendir, bila telah dewasa mempunyai heterokista dan
akinet. Hidup sebagai plankton di perairan, ada juga yang bersimbiosis pada tumbuhan seperti ujung akar pakis haji dan paku air atau Azolla pinata.

4. Rivularia: ganggang bentuk bola dengan selaput lendir dan ujungnya ada trikoma meruncing. Hidup menempel pada tanaman air dan batuan yang lembab.


5. Peranan Alga Hijau Biru
Manfaat Ganggang Hijau Biru
Selanjutnya marilah kita mempelajari materi berikut ini yaitu manfaat ganggang hijau biru bagi kehidupan manusia. Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang beberapa peranan ganggang hijau biru dalam kehidupan manusia. Adalah ganggang hijau biru yang merugikan? Hingga sekarang belum ditemukan ganggang hijau biru yang merugikan manusia, bahkan dapat dikatakan hampir semua ganggang hijau biru menguntungkan.

Beberapa spesies ganggang hijau biru dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan alternative, misalnya Spirulina sp.

Beberapa spesies ganggang hijau – biru yang bersimbiosis dapat menambat (fiksasi) nitrogen bebas , sehingga menambah kesuburan tanah, misalnya : Anabaena azollae.

Beberapa manfaat ganggang hijau biru antara lain:
1.      Jenis ganggang hijau biru bersel satu merupakan vegetasi perintis, hal ini karena ganggang tersebut mampu/dapat mengawali kehidupan sebelum organisme lainnya dapat hidup di suatu tempat.
2.      Sejumlah ganggang hijau biru berfilamen (bentuk benang) dapat mengikat nitrogen (N2) bebas dari atmosfer dan diubah menjadi amoniak (NH3). Hal ini dilakukan juga di dalam heterokista, sehingga dapat berperan dalam proses menyuburkan tanah.
3.      Jenis ganggang hijau biru yang bermanfaat di antaranya:
a. Nostoc
Perendaman sawah selama musim hujan mengakibatkan Nostoc tumbuh subur dan memfiksasi N2 dan udara sehingga dapat membantu penyediaan nitrogen yang digunakan untuk pertumbuhan padi.
Gbr. Nostoc

b. Anabaena azollae
Hidup bersimbiosis dengan Azolla pinata (paku air). Paku air mendapat keuntungan berupa amonia hasil fiksasi nitrogen oleh Anabaena azollae. anabaena azollae dan anabaena cycadae bersimbiosis dengan Azolla  pinnata dan Cycas rumphii. Simbiosis Anabaena azollae dnegan Azolla  pinnata sebagai alternatif pupuk Urea, karena simbiosis ini dapat  meningkatkan kadar Nitrogen di lahan persawahan.

c. Spirullina
Ganggang ini mengandung kadar protein yang tinggi, sehingga dijadikan sumber makanan.


C. Archabacteria

1. Jenis-jenis Archaebacteria

2. Manfaat Archaebacteria dalam Kehidupan

Referensi :
Syamsuri, Istamar dkk. 2007. Biologi untuk SMU kelas X. Malang. Penerbit Erlangga.
Anonim. Cyanophyta. http://www.crayonpedia.org/mw/2._Ganggang_Hijau_ (Cyanophyta)_10.1