Mengenai Saya

Foto Saya
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Selamat datang di dunia pendidikan,, karena belajar itu indah

Jumat, 28 Oktober 2011

Alat-Alat Laboratorium

Autoklaf (photo : Muliana GH, Lab.Biologi FMIPA UNM)



Autoklaf adalah alat pemanas tertutup yang digunakan untuk mensterilisasi suatu benda menggunakan uap bersuhu dan bertekanan tinggi (1210C, 15 lbs) selama kurang lebih 15 menit. Penurunan tekanan pada autoklaf tidak dimaksudkan untuk membunuh mikroorganisme, melainkan meningkatkan suhu dalam autoklaf. Suhu yang tinggi inilah yang akan membunuh microorganisme. Autoklaf terutama ditujukan untuk membunuh endospora, yaitu sel resisten yang diproduksi oleh bakteri, sel ini tahan terhadap pemanasan, kekeringan, dan antibiotik. Pada spesies yang sama, endospora dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang dapat membunuh sel vegetatif bakteri tersebut. Endospora dapat dibunuh pada suhu 100 °C, yang merupakan titik didih air pada tekanan atmosfer normal. Pada suhu 121 °C, endospora dapat dibunuh dalam waktu 4-5 menit, dimana sel vegetatif bakteri dapat dibunuh hanya dalam waktu 6-30 detik pada suhu 65 °C.
Perhitungan waktu sterilisasi autoklaf dimulai ketika suhu di dalam autoklaf mencapai 121 °C. Jika objek yang disterilisasi cukup tebal atau banyak, transfer panas pada bagian dalam autoklaf akan melambat, sehingga terjadi perpanjangan waktu pemanasan total untuk memastikan bahwa semua objek bersuhu 121 °C untuk waktu 10-15 menit. Perpanjangan waktu juga dibutuhkan ketika cairan dalam volume besar akan diautoklaf karena volume yang besar membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai suhu sterilisasi. Performa autoklaf diuji dengan indicator biologi, contohnya Bacillus stearothermophilus.

Enkas
(Photo: Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM )
Enkas merupakan sarana pengganti laminar air flow (LAF) yan umumnya di pakai dalam skala laboraturium.

Laminar Air Flow
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)
 
Inkubator
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)
 
Oven
(photo : Mulian GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)


Waterbath
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)
Glass Arloji
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA, UNM)



Kaca Preparat
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)

 
Labu Erlenmeyer
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)
 
Ose Bulat
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)





Tabung Reaksi
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)

Sikat Tabung Reaksi
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)

Pipet Tetes
(photo : Muliana GH, Lab. biologi FMIPA UNM)
 
Penjepit Tabung
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)
 
Spray
(photo : Muliana GH, Lab. Biologi FMIPA UNM)







 
 

Minggu, 23 Oktober 2011

Reproduksi Lumba-Lumba


Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat cerdas, selain itu sistem alamiah yang melengkapi tubuhnya sangat kompleks. Sehingga banyak teknologi yang terinspirasi dari lumba-lumba. Salah satu contoh adalah kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air. Hal ini yang digunakan para perenang untuk merancang baju renang yang mirip kulit lumba-lumba.
Lumba-lumba memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. Teknologi ini kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Lumba-lumba adalah binatang menyusui. Mereka hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara didalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Lumba-lumba beristirahat dengan hanya mengaktifkan setengah dari otak mereka, dan matanya terbuka sebelah. Kedua sisi otak lumba-lumba bekerja secara terpisah. Selama 8 jam, kedua sisi otak itu sadar. Kemudian sisi yang kiri akan tidur selama 8 jam. Setelah sisi itu terbangun, sisi yang kanan akan tidur selama 8 jam. Dengan demikian lumba-lumba bisa tidur selama 8 jam tanpa harus berhenti secara fisik. Hal ini memungkinkan mereka terus berenang, terus naik ke permukaan untuk bernafas dan untuk melindungi diri dari predator.
Lumba-lumba tergolong sebagai mamalia yang cerdas. Lumba-lumba dapat menolong manusia, bila lumba-lumba sudah terlatih, bahkan lingkaran api pun dapat mereka terobos. Singa laut, spesies primata, ikan paus dan anjing juga termasuk binatang yang cerdas. Lumba-lumba yang sudah terlatih dapat melakukan berbagai atraksi dan mereka juga dapat berhitung, tetapi Lumba-lumba liar belum dapat melakukan berbagai atraksi. Sekarang ini, lumba-lumba dan ikan paus sudah langka, maka lumba-lumba dan ikan paus harus dilindungi. Lumba-lumba dan ikan paus telah mulai dilindungi di seluruh dunia.
Habitat lumba – lumba di air tawar dan air asing, saat ini terdapat lebih dari 4o spesies diakui ramping, kulit halus dilapisi dengan lemak. Lumba – lumba bisa melompat 3 x panjang tubuh mereka dan dapat mencapai kecepatan berenang dari 20 – 30 mph.

Lumba-lumba adalah kerebat paus dan pesut. Terdapat antara 30-40 jenis lumba-lumba, 5 diantaranya merupakan lumba-lumba yang hidup di air tawar. Walaupun mereka hidup di dalam air, lumba-lumba adalah mamalia yang bernafas melalui blowhole, yang terletak di bagian atas kepala mereka. Beberapa jenis lumba-lumba harus naik ke permukaan untuk bernafas setiap 20-30 detik.
Panjang maksimum sebuah Dolphin  adalah 3.7m , dengan berat 250 - 650kg namun kebanyakan lebih kecil. Terdapat satu lubang hidung diatas kepala yang digunakan untuk bernafas.

Setiap kali lumba-lumba berada di permukaan, mereka memperhatikan secara seksama pergerakan kawanan burung di sekitar mereka. Ini karena, di mana pun kawanan burung berkumpul, di situlah terdapat sekumpulan ikan. Lumba-lumba sangat tahu hal ini dan menggunakan informasi tersebut untuk mendapatkan kemudahan dalam berburu. Selain itu, perangkat khusus pada mata lumba-lumba ini juga melindungi mereka dari air laut yang asin.
Keistimewaan lain dari mata lumba-lumba adalah setiap mata dapat berfokus pada titik berbeda pada saat yang sama. Karena itu, lumba-lumba dapat melihat ke depan dengan satu mata tertuju ke arah berenangnya sambil mengamati keberadaan bahaya di sekeliling dengan mata yang lain.
Manusia senantiasa tertarik dengan kisah lumba-lumba. Bangsa Romawi telah membuat gambar mozaik lumba-lumba sekitar 2.000 tahun lalu. Sekarang, manusia senang berenang di laut bersama binatang yang pandai dan bersahabat seperti lumba-lumba. Lumba-lumba harus berhati-hati terhadap ikan hiu yang mungkin menyerang mereka sewaktu-waktu. Mereka melindungi diri dengan gigi-giginya, terkadang mereka menggunakan paruhnya sebagai pelantak. Manusia dapat menjala banyak sekali ikan bagi lumba-lumba untuk makanannya. Terkadang, lumba-lumba tertangkap oleh jaring nelayan. Mereka tidak dapat menghirup napas di permukaan, akibatnya mereka tenggelam. Ketika bahan kimia yang berbahaya dibuang ke laut, limbah itu bisa meracuni makanan yang dimakan lumba-lumba. Pembangunan waduk di sungai dan pengeringan danau hanya menyisakan sedikit tempat bagi binatang seperti lumba-lumba Brazil untuk hidup.

 

Fakta unik lumba lumba

Lumba lumba, hewan mamalia air yang satu ini tak asing lagi bagi kita semua, melambangkan persahabatan dan juga sosoknya yang ramah, lucu dan imut membuat manusia cepat akrab dan menyukai hewan yang satu ini.
Banyak pihak memanfaatkan lumba lumba, seperti pihak militer AS yang pernah melakukan percobaan terhadap lumba lumba untuk misi Spionase (mata mata). Lumba lumba memiliki kemampuan unik yang sesungguhnya bila kita sebagai manusia jeli bisa menangkap maksut dari perubahan perilaku lumba lumba tersebut.
Kemampuan unik nya tersebut antara lain, suka menolong manusia yang kebetulan tersesat atau terombang ambing di tengah laut ( biasanya lumba lumba menolong dan membimbing menuju perairan), selain itu bisa juga mengetahui kapan bencana gempa akan terjadi.
Semua itu memungkinkan karena lumba lumba merupakan hewan yang sangat mudah untuk dilatih. diperkirakan terdapat antara 30 sampai 40 jenis lumba-lumba, 5 diantara nya merupakan lumba lumba yang hidup di air tawar. Walaupun mereka hidup di dalam air, lumba-lumba adalah mamalia yang bernafas melalui blowhole,yang terletak di bagian atas kepala mereka.
Lumba lumba menggunakan suara untuk indera penglihatan nya, menggunakan suara untuk mencari kearah mana dia harus berenang mencari makan, yang unik saat lumba lumba mengeluarkan suara nya untuk mencari ikan ikan kecil makanan nya, maka ikan ikan kecil itu akan tidak berdaya.
Fakta lain yang mungkin teman teman sering mengetahuinya adalah mereka suka mengiringi kapal kapal yang berlayar di tengah lautan di sisi kiri kanan lambung kapal, nah hal ini tentu saja menjadi tontonan tersendiri bagi penumpang kapal dan saya sendiri pernah merasakan nya pada saat berlayar melintasi perairan kupang.
            Masih banyak masyarakat menyebut Lumba-lumba sebagai ikan Lumba-lumba, karena hidup di air dan berenang bergerombol seperti ikan pada umumnya. Sebenarnya Lumba lumba adalah bangsa mamalia/satwa menyusui, sama seperti kambing maupun sapi.
Satwa Lumba-lumba dan paus dengan bentuk badan seperti ikan termasuk bangsa Cetacea yang hidup diperairan. Untuk memudahkan bergerak di air tubuh Lumba-lumba seperti torpedo atau streamline dan sangat hidrodinamis dengan ujung tubuhnya yang meruncing dan langsing sehingga bergerak dalam air tanpa hambatan yang berarti. Untuk bergerak dalam air, Lumba-lumba dilengkapi siri-sirip dada, sirip punggung dan posisi sirip ekornya mendatar tidak tegak/berdiri serta bergerak naik dan turun untuk membantu mendorong tubuhnya pada saat berenang.

JENIS LUMBA-LUMBA
Dari hasil penelitian mamalia laut di perairan Indonesia terdapat 10 jenis lumba-lumba yang hidup diperaiaran laut, satwa ini terdapat dari Selat Malaka hingga Laut Banda dan Laut Arafura. Ada juga jenis lumba-lumba yang beradaptasi di perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur yaitu jenis pesut (Orcaella brevirostris).
Berikut adalah jenis lumba lumba yang hidup di perairan Indonesia:
1.                  Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncates,Montagus 1821)
Jenis lumba-lumba hidung botol atau bottlenose dolphin adalah jenis odo yang paling kecil dan paling dikenal bisa dipergunakan dalam pertunjukan/ animal show. Tubuhnya tegap dengan moncong yang pendek dengan sirip punggung (dorsal fin) tinggi dibagian tengah punggung dan berujung agak bengkok seperti sabit. Warna kulit abuabu terang hingga agak hitam pada bagian punggung dari sisi-sisi berbayang ke arah putih pada bagian perut.
2.      Lumba-lumba totol (Stenella Attenuate,Gray 1846)
Lumba-lumba ini biasa disebut patropical spotted dolphin ini memiliki bentuk tubuh lebih ramping dengan moncong yang panjang dan tipis, yang terpisah dari melon oleh sebuah lipatan yang jelas. Sirip punggung sempit, berbentuk sabit dan biasanya runcing ujungnya. Pada waktu lahir tidak akan terlihat bintik-bintik ketika menjelang dewasa mulai muncul dengan warna yang bervariasi dalam bentuk pola lembaran pada punggung, yang menyempit ke arah kepala dan tersapu pudar pada bagian depan sirip dorsal (punggung). Warna samping bawah dan bagian perut pada dada lumba-lumba dewasa berwarna abu-abu, sedang bibir dan ujung moncong berwarna putih.
3.      Lumba-lumba paruhpanjang (Stenella longirostris, Gray 1828)
Lumba-lumba ini disebut juga Spinner Dolphin memeiliki tubuh yang ramping dengan moncong yang sangat jelas panjang dan tipis. Kepala juga sangat ramping pada bagian depan melon. Sirip punggung berkisar antara sabit hingga segitiga. Pada jantan dewasa terkadang sirip punggungnya miring kedepan hingga nampak seolah-olah sedang bergerak kearah belakang, dan batang ekor nampak sangat tebal dengan pelebaran jaringan penyambung kulit tambahan belakang (anal beel). Lumba-lumba spinner biasanya memiliki garis gelap dari mata ke fliper serta warna gelap pada bibir dan ujung moncong. Pola warna pada tubuhnya ada 3 bagian, yaitu lembaran warna abu-abu gelap pada punggung, warna abu-abu terang pada sisi tubuh dan warna putih pada perut, dengan sedikit perbedaan pada jantan dan betina.
4. Lumba-lumba bergaris (Stenella coeruleoalba, Meyen 1833)
5. Lumba-lumba biasa (Delphinus Delphis, Linnaeus 1758)
6. Lumba-lumba fraser (Lagenodelphis hosei, Fraser 1758)
7. Lumba-lumba putih cina (Sausa Chinensis, Osbeck 1765)
8. Lumba-lumba gigi-kasar (Steno Bredanensis, Lesson 1828)
9. Lumba-lumba abu-abu (Grampus Griseus, Cuvier 1812)
10. Lumba-lumba pink
Lumba-lumba yang kita ketahui biasanya berwarna abu-abu. Namun selain warna abu2, ada juga lumba-lumba yang berwarna pink (pink dolphin). Lumba-lumba berwarna pink ini merupakan spesies yang langka yang hidup di perairan amazon.
Saat muda, lumba2 ini berwarna kelabu, tapi menginjak dewasa, warna abu-abu akan digantikan warna pink yang dominan, hingga abu-abunya tinggal berupa bintik bintik di sana-sini. Proses ini akan berlangsung terus sampai berubah total menjadi warna pink.
Spesies ini sangat bersahabat, namun lumba2 ini terancam kepunahan akibat ulah manusia, beberapa orang mempercayai bahwa mata dan gigi lumba ini memiliki kekuatan magis. Lumba-lumba pink ini, terdapat di singapura (sentosa island) atau di hongkong.
11. Pesut (Orcaella brevirortris, Gray 1866)
Tidak ada catatan fosil. Pesut pertama kali dideskripsikan oleh Sir Richard Owen tahun 1866 berdasarkan satu spesiemen yang ditemukan tahun 1852, di pelabuhan Vishakhapatnum di pantai timur India. Pesut adalah satalh satu spesies dari genus Orcaella. Kadang-kadang pesut terdaftar dalam beragam famili yang terdiri dari ia sendiri dan pada Monodontidae dan dalam Delphinapteridae. Sekarang ada persetujuan bahwa pesut termasuk famili Delphinidae.
Dalam berbagai bahasa Orcaella brevirostris (nama Latin) adalah: Inggris: Irrawaddy dolphin, Dialek lokal Chilika: Baslnyya Magaratau Bhuasuni Magar (lumba-lumba penghasil minyak), Oriya: Khem dan Khera[2], Perancis: Orcelle, Spanyol: Delfín del Irrawaddy, Jerman: Irrawadi Delphin, Burma: Labai, Indonesia: Pesut, Melayu: Lumbalumba, Khmer: Ph’sout, Lao: Pha’ka and Filipino: Lampasut.[3] Dalam bahasa Thai, salah satu namanya adalah pía loma hooa baht, karena kepalanya yang membundar dianggap menyerupai mangkuk rahib Budhha.

Biologi dan Perilaku

Masa bunting setiap jenis Lumba-lumba berbeda antara 10-12 bulan. Bayi lumba-lumba yang baru lahir memiliki panjang tubuh antara 75-120 cm. Makanan lumba-lumba adalah jenis-jenis ikan kecil mereka bisa memakan 6-10 kg disetiap harinya. Lumba-lumba memiliki penglihatan indra penciuman yang buruk sehingga kurang mendukung aktifitasnya.
Sebagai gantinya, lumba-lumba memiliki sistem sonar yang berfungsi untuk mengenal obyek dan lokasi didalam air (ekolokalisasi) menggunakan pancaran frekwensi suara. Sasaran akan terdeteksi berdasarkan pantulan frekwensi yang diterima bagian tertentu dibawah rahang bawah untuk diteruskan ke otak tentunya dibantu organ melon berbentuk bulat yang terbuat dari minyak dan berfungsi mengarahkan frekwensi yang sangat tinggi ke arah sasaran.
Ekolokalisasi yang dimiliki lumba-lumba jauh lebih baik dibandingkan dengan pada peralatan pesawat terbang dan kapal selam bertenaga atom. Frekwensi lumbalumba ditunjang oleh kemampuan penggunaan yang lebih luas dari pada manusia yaitu pada frekwensi 750_300.000 getaran per-detik.


Organ reproduksi
Urogenital adalah suatu sistem organ dalam tubuh yang berkaitan dengan sistem urin/kencing dan sistem genital/reproduksi. Pada umumnya organ urogenital mamalia jantan dapat dilihat secara langsung. Tapi beberapa jenis seperti kelompok cetacea  (paus & lumba-lumba) memiliki struktur yang berbeda.
Organ urogenital jantan mamalia akan berakhir di suatu organ kopulasi yang disebut penis. Tapi bagaimana dengan kelompok cetacea? Ternyata pada kelompok mamalia air ini organ urogenital jantannya terdapat didalam tubuh, berbeda dengan pada manusia dan mamalia pada umumnya yang tergantung diluar tubuh. Penis pada kelompok cetacea terdapat didalam celah urogenital yang hanya keluar jika musim kawin tiba. Penis cetacea mampu masuk kedalam tubuhnya karena penisnya dapat digulung dengan rapi.
Bukan hanya jantan, organ urogenital betinanya juga terdapat didalam tubuh, sehingga pada kelompok cetacea ini agak sulit membedakan jantan betina secara langsung. Sama dengan jantan, organ muara urogenital betina terdapat didalam celah urogenital yang hanya saja pada betina celah ini memanjang hingga anusnya. Berikut ini saya gambarkan perbedaan jantan dan betina cetacea.

Lumba-lumba, seperti hampir semua mamalia, melahirkan hidup muda, dan perawat mereka dengan kelenjar susu, meskipun mengejutkan pikiran membayangkan bawah air keperawatan. Tapi kelahiran lumba-lumba dimulai jauh sebelum masa kanak-kanak-Nya; itu dimulai dengan bagaimana Ayah dan Ibu pertama kali bertemu.  Dolphin Cinta: Perkawinan  
Sebagian besar dari apa yang kita ketahui tentang reproduksi lumba-lumba diamati di penangkaran, yang satu mungkin setuju belum tentu perilaku normal. Tapi apa yang kita telah menentukan adalah bahwa lumba-lumba yang paling mungkin untuk kawin selama musim semi, dengan laki-laki dan perempuan ritual pacaran memainkan bagian besar dalam lumba-lumba berpacaran.
 Sifat seksual pada lumba lumba tandai dengan adanya organ yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi, yaitu
a.       Testis dengan pembuluhnya pada jantan
b.      Ovarium dan pembuluhnya pada betina
Lumba-lumba (Sotalia guianensis) adalah umum di sepanjang sebagian besar pantai Brasil, tetapi sedikit yang diketahui tentang reproduksi nya. Kami menganalisis gonad dari 50 individu kebetulan tertangkap dalam jaring ikan di pantai Paraná, Brasil selatan, antara tahun 1997 dan 1999. Testis laki-laki dewasa 31,9 cm dan 11,6 cm lebar dan 3,3% dari total massa tubuh. Ukuran relatif testis menunjukkan sistem perkawinan multimale dengan persaingan sperma. Pria mencapai kematangan seksual pada 7 tahun dan panjang tubuh 170-175 cm diperkirakan.
Reproduksi betina pada lumba lumba memiliki kanton ovarium yang mendalam, dalam ovarium mysticetes lebih terkena rongga tubuh  Janin biasanya berkembang di salah satu tanduk Ovarium . Wanita berovulasi di kedua ovarium, meskipun ovarium kiri jatuh tempo lebih awal dari kanan.. Wanita dewasa di usia 5-8 tahun dan panjang tubuh 164-169 cm. Siklus reproduksi diperkirakan 2 tahun, tanpa musiman ditandai ovulasi atau waktu kelahiran. Kehamilan sekitar 12 bulan, laju pertumbuhan janin 9 cm / bulan, dan panjang saat lahir diperkirakan 92,2 cm. Perempuan yang lebih tua dari 25 tahun telah ovarium pikun.

Sistem kawin
Reproduksi lumba-lumba dimulai dengan keseluruhan ritual bagaimana pasangan lumba-lumba pertama kali bertemu. Lumba-lumba paling sering melakukan perkawinan selama musim semi dimana antara jantan-betina menghabiskan sebagian besar waktu itu untuk bercumbu. Ketika terjadi kopulasi, lumba-lumba jantan menyentuh bagian belakang lumba-lumba betina dengan organ seksnya selama beberapa menit, lalu menungganginya dari belakang. Setelah itu, lumba-lumba kawin kira-kira seperti mamalia lain melakukan perkawinan.Lumba-lumba termasuk salah satu diantara hewan lainnya yang paling tinggi tingkat seksualitasnya dan tidak monogami. Ketika terangsang, lumba-lumba jantan kawin beberapa kali dalam satu jam dengan betina yang sama, tapi tidak selalu. Walaupun begitu, setelah perkawinan, lumba-lumba sibuk berenang dan lumba-lumba betina biasanya bergantung pada[pod = kelopak; polong] mereka untuk melindungi bayinya. Lumba-lumba betina biasanya membantu mengurus bayi dari lumba-lumba lainnya dan bertindak seperti bidan.
Sistem Perkawinan Jantan dan betina pasangannya perut ke perut, dan kedua jenis kelamin mungkin memiliki banyak pasangan selama hidupnya. Di Sarasota Bay, itu adalah umum bagi muda sekuensial wanita untuk memiliki ayah yang berbeda.
Data genetik dan perilaku yang dikumpulkan dari studi selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa lumba-lumba memiliki sistem perkawinan poligini di mana laki-laki bersaing dengan satu sama lain untuk akses ke betina, dan sejumlah relatif kecil dari laki-laki mendominasi mungkin Sire sebagian besar muda.
Persaingan antara laki-laki dapat melalui kontak fisik langsung, seperti dengan pukulan pedunculus dan kebetulan dari satu hewan ke tubuh lain. Kompetisi juga dapat tidak langsung, seperti ketika laki-laki melindungi kawanan kelompok betina dalam cara yang mengecualikan akses oleh laki-laki lain. Ekspresi moderat ukuran terkait dimorfisme seksual pada spesies ini mendukung gagasan bahwa laki-laki bersaing dengan satu sama lain untuk wanita tersebar daripada memonopoli akses ke betina agregasi. Jika yang terakhir yang terjadi, kita berharap laki-laki menjadi jauh lebih besar daripada betina.
Berikut sesuatu yang mungkin kalian tidak tahu tentang lumba-lumba. Mereka memiliki penis yang dapat ditarik masuk. Dan kalau itu tidak cukup keren, inilah sesuatu yang lain, penisnya dapat digunakan untuk memegang. Dan bisa memutar.
Bahkan, lumba-lumba jantan bisa menggunakan penisnya untuk mengeksplorasi objek persis seperti tangan. Lumba-lumba jantan juga memiliki dorongan seks yang sangat kuat. Fakta lain adalah bahwa lumba-lumba jantan memiliki nafsu seksual yang sangat rakus. Mereka sering mencoba untuk berhubungan dengan benda mati dan bahkan dengan hewan lain seperti kura-kura laut. Ketika sekumpulan lumba-lumba jantan bertemu lumba-lumba betina, sering kali mereka akan berusaha untuk memaksa betina untuk kimpoi.

Kehamilan dan Proses Kelahiran pada Lumba-Lumba
Lumba-lumba adalah salah satunya hewan yang telah membantu melahirkan, ketika lumba-lumba yang melahirkan, dia sering dibantu oleh lumba-lumba lain perempuan yang bertindak sebagai bidan. Kelahiran, seperti pada manusia, bisa terjadi di mana saja. Ketika itu tidak terjadi, pod ibu akan mengelilinginya protektif sementara dia dalam persalinan, menunggu untuk menangkis setiap pemangsa yang mungkin berpikir tentang makan cepat dan mudah.
            Saat menjelang kelahiran Lumba-lumba betina mengalami penurunan nafsu makan dan perubahan tingkah laku. Kejadian ini terjadi selama kurang-lebih 1 minggu dan puncaknya pada 11 Februari 2009 lumba-lumba betina sama sekali tidak mau makan. Dari pengamatan yang terus dilakukan tampak tanda-tanda yang mengarah ke proses kelahiran semakin nyata. Dimulai dari gerakan-gerakan aktif berkeliling kolam menunjukkan terjadinya kontraksi, organ-organ reproduksi juga tampak semakin berkembang, dan beberapa kali terjadi pengeluaran cairan dari vagina.
Kurang dari 24 jam dari tanda-tanda yang terjadi diatas, lumba-lumba betina mengalami kontraksi, terlihat dengan gerakan melompat ke permukaan air dan kemudian terlihat ekor dari bayi lumba-lumba yang keluar melalui vagina sang induk. Diawali dari ekor, fetus perlahan-lahan keluar,, induk masih bergerak aktif berkeliling kolam, kontraksi masih terjadi. Setelah 1,5 jam dari mulai keluarnya ekor, terlihat gerakan berputar dari induk, kontraksi hebat terlihat, dan dalam hitungan detik bayi lumba-lumba terlahir di dalam air.
Bayi lumba-lumba lahir ekor pertama dan biasanya kelahiran tunggal (dengan pengecualian beberapa spesies lumba-lumba kecil yang cenderung memiliki anak kembar). Kadang-kadang ibu lumba-lumba telah dilaporkan untuk membantu bayi mencapai permukaan air dengan berenang di bawahnya dan dengan lembut mengangkat ke atas; ini mungkin lumba-lumba perilaku bermain normal, atau mungkin benar-benar menjadi perhatian ibu tulus untuk bayi.
Bayi umumnya makan hal pertama, menemukan kelenjar susu yang terletak di kantung ke arah belakang ibu. Dalam lumba-lumba lahir di penangkaran, keperawatan terus selama 12-18 bulan, meskipun ini mungkin tidak mencerminkan alam liar. Bayi harus makan cepat, karena mereka harus mampu untuk bangkit kembali ke permukaan untuk bernapas, dan tidak benar-benar memiliki peralatan mamalia yang paling untuk menyusu. Jadi, bukannya bayi lumba-lumba mengisap untuk merangsang aliran ASI, ibu lumba-lumba sebenarnya memiliki kontraksi otot khusus yang menyemprotkan susu ke dalam mulut bayi. Bayi tumbuh sangat cepat pada susu ibu tinggi lemak, dalam beberapa spesies menggandakan berat dalam waktu dua minggu.
Lumba-lumba betina dewasa akan melahirkan setiap 2 sampai 3 tahun dan bisa melahirkan sebanyak delapan kali selama hidup mereka. Mereka dapat melahirkan di setiap saat sepanjang tahun, tetapi paling sering melahirkan anak  pada musim semi dan musim panas.

Bayi lumba-lumba yang baru lahir juga akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara. Induk lumba-lumba menyusui anaknya dengan susu yang gurih dan menyediakan energi bagi anaknya supaya cepat besar. Setiap anak lumba-lumba selalu berada di dekat induknya, sehingga ibunya bisa melindungi dari bahaya. Lumba-lumba selalu menjaga hubungan dengan anaknya hingga tumbuh semakin besar. Induk lumba-lumba memanggil anak-anaknya dengan siulan khusus yang bisa mereka kenali.

Reproduksi lumba-lumba sangat menyerupai mamalia darat. Kadang-kadang lumba-lumba dapat pengadilan atau bermain untuk hari. Mereka berenang bersama dan hewan peliharaan satu sama lain dengan sirip mereka. Perkawinan sebenarnya singkat dan berlangsung hanya 1-2 detik. Reproduksi biasanya terjadi selama bulan-bulan musim semi.
Pria membuat pola berenang rumit dan panggilan. Apakah ini dilakukan untuk memamerkan kebugaran mereka atau untuk menunjukkan lumba-lumba lain bahwa ia telah digabungkan dengan perempuan tidak diketahui. Wanita memiliki waktu singkat dalam setiap beberapa tahun ketika mereka subur.
Kehamilan berlangsung antara 11 sampai 12 bulan. Kehamilan adalah berapa lama lumba-lumba betina hamil. Pengiriman  perkawinanJangka waktu 2 detik.

DAFTAR PUSTAKA


Baumgarther, M.F, K.D. mullin L. N may, T, D leming, 2001. Cetacean habitats in the not hern gulf of Mexico. Fisherie Bulletin, 99: 219-239. http://www.whoi.edu/science/B/people/mbaugartner/fb99219.pdf.

Carwadine, M. 1995. Eye witness handbook: whales, doplhins and porpoises, The visual guide to all world’s cataceans. Doiling kindersley ltd. New York, NY.

Carwadine, M, E. Fordyce dan p.Gill. 1997. An Australian geographic guide to whales, dolphins and porpoises. Australian Geographic press. Australia.

Evans, P. G. H. 1987 The Natural history of whales and dolphins. Chistophes helm publication. Ltd. London. Uk.

Nebridean whales & Dolphinds Trust 2000. Bottlenose Dolphins (Tursiops truncatus). Fact file. http://whales.gn.apc.org/dolphin2.shtml juni, 2003.

Purnomo, F.S. 2001. Pola distribusi lumba lumba stenella spp. Di prairan pantai lovina, Kab. Buleleng. Bali Utara. Sripsi IPB. Bogor.

Reproduksi Anjing


BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Setiap makhluk hidup tentunya akan selalu berusaha untuk meneruskan keturunannya. Reproduksi atau berkembang biak merupakan kemampuan suatu organisme untuk menghasilkan keturunan atau organisme baru agar kelestarian jenisnya tetap terjaga. Reproduksi atau perkembangbiakan yang terjadi pada makhluk hidup dibedakan menjadi dua yakni secara kawin (seksual atau generatif) dan secara tidak kawin (aseksual atau vegetatif). Seperti halnya sistem organ lain, sistem reproduksi pada manusia juga terdiri atas beberapa organ.
Sistem reproduksi anjing mirip dengan sistem reproduksi wanita. Anjing (Canis lupus familiaris) adalah mamalia karnivora yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA.  Secara umum sistematika organ reproduksi anjing dan hampir sama dengan mamalia lain yang terdiri atas testis, saluran kelamin dengan kelenjar  kelamin dan alat kopulasi (penis). Saluran-saluran kelamin terdiri vas eferens, epididimis dan vas deferens sedangkan  kelenjar-kelen­jar kelamin hanya terdiri dari kelenjar prostat  Organ primer (testis) berjumlah  dua buah yang terdapat di dalam kantong luar  yang disebut skrotum.
Pubertas atau siklus estrus pertama pada anjing betina dicapai paling awal pada usia enam bulan pada anjing ras dengan ukuran tubuh kecil, dan paling lama pada usia dua tahun pada anjing ras dengan ukuran tubuh yang lebih besar. Siklus estrus anjing terdiri dari proestrus, estrus, metestrus dan anestrus.
B.  Tujuan
1. Untuk mengetahui alat-alat reproduksi anjing (Canis lupus familiaris), baik jantan maupun betina.
2. Untuk mengetahui siklus seksual pada anjing (Canis lups familiaris).
3. Untuk mengetahui hormon-hormon seksual pada anjing (Canis lupus familiaris).
4. Untuk mengetahui bagaimana tingkah laku reproduksi pada anjing.
C.  Manfaat
1. Mahasiswa mengetahui alat-alat reproduksi pada anjing, baik anjing jantan maupun anjing betina.
2. Mahasiswa memahami bagaimana siklus seksual pada anjing.
3. Mahasiswa mengetahui hormon-hormon seksual pada anjing.
4. Merupakan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengetahui bagaimana tingkah laku reproduksi pada anjing.


D.  Rumusan Masalah
1. Apa saja alat-alat reproduksi pada anjing?
2. Berapa macam kah siklus seksual pada anjing dan bagaimana periode siklus-siklus tersebut?
3. Hormon-hormon apa saja pada anjing yang ikut terlibat dalam aktifitas organ reproduksi?
4. Bagaimanakah tingkah laku reproduksi pada anjing?

BAB II
PEMBAHASAN


A.  Alat Reproduksi pada Anjing
Anjing yang termasuk hewan vertebrata berkembang biak atau bereproduksi secara kawin (seksual). Anjing tergolong makhluk hidup yang memiliki jenis kelamin terpisah, yaitu jantan dan betina. Organ-organ penyusun alat reproduksi pada jantan berbeda dengan betina, berikut uraiannya.
1.  Alat Reproduksi Jantan
Alat reproduksi jantan terdiri atas alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.
a.  Alat kelamin luar
Alat kelamin luar jantan berupa penis dan skrotum.  Penis pada anjing terbagi atas tiga bagian yaitu bagian pangkal, badan dan ujung tudung (glans) penis. Ukuran penis sangat pendek dan bagian pangkal penis anjing dapat membesar seperti balon bila mengalami ereksi. Preputium merupakan selubung bagian ujung anterior penis, selubung ini merupakan suatu  lipatan kulit. Selaput lendir dari preputium ini berkelenjar dan sekresinya bersifat lemak, sekresi kelenjar ini  bercampur dengan epitel yang  rusak sehingga berbau merangsang yang disebut  smegma  prepusium. Muara   luar   prepusium disebut orificium praeputii. Penis berfungsi sebagai alat untuk kopilasi dan untuk melepaskan sel-sel kelamin jantan (sperma) ke dalam salauran kelamin betina.
Sementara itu, skrotum adalah kantong pembungkus testis. Fungsi dari skrotum adalah mengatur  perubahan temperatur skrotum sehing­ga  proses  spermatogenesis dapat berlangsung secara normal dan melindungi  testis  dari   gangguan-gangguan  luar  berupa pukulan, panas, dingin, serta gangguan mekanis lainnya.  Terhadap  temperatur luar  testis, skrotum  melindungi testis, dengan jalan mengedurkan  dan  mengkontraksikan  muskulus kremaster testis. Pada keadaan temperatur luar dingin, dinding skrotum mengeriput, muskulus  kremas­ter  berkontraksi dan testis tertarik, lebih dekat dengan tubuh, hal  ini  perlu  agar  tidak banyak panas  yang terbuang. Apabila udara disekeliling panas, otot-otot skrotum relaksasi (mengendur)  dan skrotum menggantung menjauhi tubuh, dengan demikian memungkinkan banyak panas  yang terbuang. Keseluruhan Ini merupakan  proses termoregulasi skrotum. Suhu di dalam kantong skrotum 1-8 oF lebih rendah dari pada suhu di rongga perut. Pengendoran dan pengerutan dari skrotum ini terjadi setelah masa dewasa tercapai.



b.  Alat Kelamin Dalam
Alat kelamin dalam tersusun atas kelenjar kelamin (testis),  kelenjar aksesoris, dan saluran kelamin jantan.
1)  Kelenjar kelamin (Testis)
Secara anatomi, testis pada anjing berbentuk bulat sampai oval dan berada di dalam srotum dengan bagian aksis memanjang kearah dorso caudal. Testis mengandung tubulus seminiferus yang merupakan saluran membelit yang berisi sel-sel spermatogenik dan sel-sel sertoli yang secara berurutan memproduksi dan member makan spermatozoa. Spermatozoa keluar dari tubulus seminiferus melalui tubulus yang lurus ke rete testis di mediastinum testis kemudian kedalam duktus epididimis. Disela-sela sepanjang interstitium ada sel-sel interstitial atau sel leydig yang bertanggung jawab untuk produksi testosterone. Testis terdiri dari tiga kompartemen fumgsional yaitu:
a)  Komparteme interstisial. Pada kompartemen ini mengandung pembuluh-pembuluh darah, sel-sel leydig dan jaringan penyokong yang berfungsi untuk mensuplai tubulus seminiferus dengan hormone dan nutrisi.
b)   Kompartemen basal. Kompartemen ini mengandung spermatogonia dan sel-sel sertoli.
c)   Kompartemen adluminal. Kompartemen ini mengandung perkembangan spermatozoa.
Testis mempunyai dua fungsi utama, yaitu spermatogenesis dan produksi dan sekresi hormone. Sekresi hormone terjadi dalam kompartemen jaringan interstitial testis yang terdiri dari sel-sel leydig yang secara berdekatan berhubungan dengan pembuluh darah dan limfatik. Sel-sel leydig adalah salah satunya sel-sel testicular dengan reseptor untuk LH.  LH akan berikatan dengan reseptor pada sel-sel leydig dan akan merespon dan mensintesa beberapa steroid termasuk testosterone. Testosterone diperlukan untuk perkembangan karakteristik sekunder, tingkah laku normal, fungsi glandula assesoris, produksi spermatozoa dan penjagaan system duktus hewan jantan. Testosterone berperan dalam mekanisme umpan balik (feed back) pada pituitary mengontrol sekresi gonadotropin LH dan FSH. Pembentukan androgen-binding protein dalam sel-sel sertoli distimulasi oleh FSH. Pengikatan Testosteron ke protein akan menjaga konsentrasi intratestiler testosterone yang diperlukan untuk spermatogenesis.       
2)  Kelenjar Aksesoris
Anjing hanya mempunyai kelenjar prostat yang berkembang sempurna terletak pada leher vesika urinaria dan kelenjarnya bermuara pada uretra. Fungsi kelenjar prostat, menambah cairan alkalis pada cairan seminalis berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang terdapat pada uretra.
3)  Saluran Kelamin
Saluran kelamin terdiri dari :
a)  Epididimis
Epididimis   adalah saluran kelamin yang terletak dekat testis dan merupakan saluran yang berkelok-kelok. Bagian dari epididimis adalah kaput epididimis berbentuk seper­ti huruf U, pipih dan terletak di bagian proksimal dari testis, korpus epididimis mengarah ke distal dan terdapat pada bagian posterior testis, dan kauda epididimis terletak di  bagian  distal  testis, bentuknya   agak  lonjong  sebesar ibu jari. Saluran yang meninggalkan kauda epididimis disebut  vas deferens. Fungsi  dari epididimis adalah: transpor, penyerapan air, pendewasaan dan  penyimpanan  sperma. Fungsi dari epitel epididimis adalah untuk absorbsi cairan asal sel Sertoli dan sebagian  untuk sekretoris.



b)  Vas eferens
Vas eferens berfungsi membawa sel-sel sperma dari testis menuju kantung sperma (epididimis).
c)  Vas deferens
Vas deferens atau ductus deferens berfungsi mengangkut sperma dari ekor epididimis ke urethra. Dindingnya mengandung otot-otot licin yang penting dalam mekanisme pengangkutan semen waktu ejakulasi. Diameternya mencapai 2 mm dan konsistensinya seperti tali.
d)  Uretra
Uretra adalah saluran yang terdapat di dalam penis. Uretra merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi. Uretra terdapat di dalam penis. Saluran ini mempunyai dua fungsi, yaitu : (1) sebagai alat pengeluaran, yaitu saluran untuk membuang urine keluar tubuh serta (2) sebagai saluran kelamin, yaitu sebagai saluran semen dari kantong mani.







a.        Alat Reproduksi BetinaAlat Kelamin Dalam
1)  Ovarium
Ovarium  berfungsi ganda yaitu sebagai alat tubuh yang memproduksi sel kela­min  betina  yaitu ovum dan hormon-hormon kelamin  betina yaitu estrogen dan progesteron. Ovarium merupakan organ reproduksi primer yang berfungsi menghasilkan hormon yaitu hormon estrogen, progesteron dan relaksin. Hormon ini berperan penting pada alat-alat reproduksi untuk memelihara kebuntingan sampai melahirkan. Ovarium terletak dibagian dorsal abdomen sampai ke ginjal kira-kira daerah vertebrae lumbalis ketiga dan keempat. Tiga macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ovarium:
*        Estrogen : zat yang menyebabkan birahi pada hewan betina, dan menstimulir pertumbuhan alat kelamin serta menyebabkan pertumbuhan sifat – sifat kelamin sekunder pada hewan betina.
*         Progestron : hormone yang dihasilkan korpus luteum dan memmpunyai fungsi yang berhubungan dengan pertumbuhan sel – sel endometrium sebelum dan selama hewan bunting. Bersama dengan prolaktin menyebabkan perkembangan system alveolar dari kelenjar mammae tetapi menghambat perkembangan folikel.
*        Relaksin hormon yang dihasilkan pada akhir masa kebuntingan menyebabkan relaksasi simphisis pubis. Hormone ini ditemukan pada ovarium, uterus dan tenunan plasenta.
2)  Oviduct
Tuba  fallopii terdiri dari infundibulum berikut  fim­bre,  ampula  dan  ismus. Tuba fallopii digantung  oleh alat penggantung yang disebut mesosalping yang berasal dari mesovarium.  Tuba  fallopii   berfungsi sebagai  alat dan tempat   memindahkan sel telur dan sperma ke tempat fertilisasi, pembuahan, kapasitasi sperma dan tempat pembelahan zigot. Cairan  yang mengisi lumen tuba fallopii berasal  dari sekresi sel-sel epitel.  Cairan ini penting untuk memberi lingkungan  yang baik pada proses pembuahan dan bagi  per­kembangan  sigot selama pembelahan.  Dalam keadaan  birahi jumlah  cairan ini akan meningkat.
3)  Uterus  (Rahim)
Tipe uterus anjing adalah duplex, yang terdiri dari dua kornu uteri masing-masing dengan saluran vagina.. Rahim  merupakan bagian caudal tuba  fallopii  yang terdiri dari  sepasang tanduk rahim (kornua uteri), badan rahim (korpus  uteri), dan   leher  rahim (Servik uteri).  Rahim  berfungsi sebagai  alat  dan  tempat  untuk   transport sperma  ke dalam tuba fallopii,  memberi makan blastosis,  pembentukan  plasenta, perkembangan  embrio/fetus  dan kelahiran anak.
b.        Alat Kelamin Luar
Vulva merupakan ujung akhir dari alat kopulasi pada hewan betina dan bersatunya kedua labia vulva membentuk comissura dorsalis dengan bentuk bulat dan ventral yang bentuknya meruncing. Labia vulva menyerupai menyerupai labia minora pada manusia. Permukaan luar berambut dan  berkelenjar.  Comissura ventralis yang menggantung melalui ischium dan pada daerah tersebut ditemukan klitoris. Klitoris terletak  di belahan  ventral  vestibulum yang pada masa embrional berasal   dari penis.   Klitoris mengandung jaringan  erektil,  epitelnya pipih banyak  lapis dan kaya dengan  ujung-ujung  serabut saraf sensoris.
B.  Siklus Seksual pada Anjing
Anjing betina memiliki dua periode birahi dalam setahun, setiap enam bulan dengan jangka waktu 2-3 minggu tiap periodenya. Birahi pertama muncul antara bulan ke 6-15 setelah kelahiran, anjing dapat dikawinkan sejak saat ini. Pada anjing ras besar munculnya birahi pertama akan lebih lama karena waktu pertumbuhan yang lebih lama Anjing betina memiliki tipe ovulasi spontan, hal ini berarti ovulasi tidak dipengaruhi kapan dikawini. Periode ini tampak setiap 6 bulan. Estrus/birahi yang terlambat atau dipercepat tidaklah aneh. Durasi dari siklus ini bervariasi tiap hewan dan bergantung pada ras, tetapi selalu diantara 150-300 hari. Siklus estrus ini terdiri atas empat fase: proestrus, estrus terdapat pada saat estrus, diestrus dan anestrus adalah fase istirahat seksual. Tingkah laku, fisiologi dan anatomi akan berbeda-beda pada tiap-tiap fase estrus.
1.  Proestrus
 Fase dengan lama 7-10 hari mengindikasikan awal dimulainya estrus, ciri fase ini ditemukan tetesan darah dan vulva yang menebal. Pada fase ini pejantan akan tertarik kepada betina, tetapi betina akan menolak saat dinaiki. proestrus berhubungan dengan pembentukan folikel yang distimulasi oleh hormon- hormon gonadotropin LH dan FSH, yang disekresikan oleh glandula pituitary anterior dibawah pengaruh hipotalamus GnRH. Level FSH dan LH rendah sepanjang proestrus, meningkat saat preovulatori. FSh diperlukan untuk menstimulasi perkembangan folikel dan sekresi estradiol, tetapi sekresi FSH tidak meningkat seperti yang terlihat pada LH karena folikel menskresikan ‘inhibin’, inhibitor dari sekresi FSH. FSH juga berperan sangat penting dalam pendewasaan folikel dan menyediakan sel – sel tersebut untuk konversi pada korpus luteum sesudah ovulasi. Proses ini adalah kunci yang terpenting dalam siklus anjing betina karena ada peningkatan dalam sekresi progesterone oleh folikel sebelum ovulasi, yang muncul dan bermain di pusat dalam memacu estrus dan ovulasi. Level estrogen meningkat setelah LH mencapai level puncak, dan progesterone meningkat (biasanya 4-10 ng/mL saat ovulasi) yang menandakan fase luteal dari siklus ovarium.
2.  Estrus
 Estrus merupakan tahap berikutnya dari siklus estrus pada anjing betina. Estrus dapat didefinisikan sebagai transisi dari tingkah laku menarik ( tetapi tidak mau menerima pejantan (karakteristik proestrus) ke tingkah laku siap untuk dinaiki dan mau menerima. Fase ini berlangsung selama kurang lebih 9 hari (dengan kisaran 4-12 hari). Secara hormonal, estrus dimulai dengan mulai naiknya hormon progresteron. Ovulasi dan masa subur terjadi pada periode ini.
Feromon merupakan komponen penting dalam masa transisi ini. Feromon disekresikan oleh anjing betina di bawah pengaruh estradiol dan terdeteksi oleh olfaktori anjing atau organ “vemeronasal”. Feromon diproduksi di ginjal dan saluran reproduksi dan bercampur dengan urin atau ada di leleran vagina. Bersamaan dengan tanda-tanda tingkah laku, feromon meningkatkan daya tarik seksual dan menstimulasi aktifitas reproduksi pejantan. Salah satu feromon betina adalah methyl-p-hydroxybenzoate, dan jika komponen ini diterapkan ke vulva dari betina anestrus ataupun yang sudah dikebiri, tetap akan menstimulasi kegairahan. Feromon dapat juga untuk memacu estrus atau berpengaruh pada sinkronisasi estrus betina, khususnya di lingkungan kennel. Ini menunjukkan bahwa feromon dapat mempengaruhi aktivitas pusat GnRH di hipotalamus yang akan menyebabkan peningkatan aktivitas ovarium.
Pusat tingkah laku di otak pada betina muncul sebagai akibat meningkatnya kadar estradiol. Anjing betina menunjukkan ketertarikan pada pejantan dan mencoba untuk menarik perhatiannya. Dia memutar pinggang dan kaki belakang ke arahnya, merendahkan bagian belakang dan menaikkan bagian pelvis, menunjukkan bagian perineal, menggerakkan ekornya ke samping dan menonjolkan vulvanya.
3.  Diestrus /Metestrus
Tahap metestrus dimulai ketika anjing betina berhenti menerima pejantan. Untuk memperbaiki fungsi endometrium lamanya fase ini adalah selama 110-140 hari. Fase ini terjadi setelah estrus, dan didefinisikan sebagai dimulainya sewaktu betina menolak untuk dikawini. Konsentrasi Progesteron meningkat di tahap ini. Periode kebuntingan masuk dalam tahap ini.  Berbeda dengan mamalia yang lain, corpus luteum pada anjing tidak mengalami luteolisis (pada betina yang tidak hamil). Setelah ovulasi, corpus luteum terisi sel-sel lutein. Corpus luteum berhenti menjalankan fungsinya lebih jelas pada betina hamil karena adanya kerja prostaglandin akibat inisiasi kelahiran.
4.  Anestrus
Tahap terakhir dalam siklus estrus adalah anestrus. Ini merupakan masa dimana kadar hormon progesteron dan estrogen sangat rendah walaupun akan mengalami sedikit peningkatan dan kemudian menurun kembali. Fase anestrus pada siklus estrus normalnya terjadi selama 1 – 6 bulan. Ditandai dengan inaktivitas ovarium, involusi uterus dan perbaikan endometrium. Anjing betina yang anestrus tidak tertarik ataupun menerima anjing jantan. Tidak ada leleran vulva, ukuran vulva kecil. Sitologi vaginal didominasi oleh sel parabasal kecil, terkadang disertai neutofil dan sedikit bakteri. Secara endoskopi, lipatan mukosa vagina terlihat datar, tipis dan kemerahan. Pada anestrus terjadi kemerosotan dari fungsi luteal serta penurunan sekresi prolaktin. Akhir anestrus ditandai dengan peningkatan FSH dan LH yang dipengaruhi oleh GnRH. Peningkatan FSH ini menyebabkan folikulogenesis proestrus.
C.  Hormon Seksual pada Anjing
Kegiatan seksual anjing juga dipengaruhi oleh hormon yang akan mengontrol setiap aktifitas organ reproduksi, yaitu :
1.         Estrogen. Hormon ini disekresikan oleh ovarium selama estrus, berfungsi untuk menstimulus hypothalamus mensekresikan hormon lain yang akan mendorong terjadinya ovulasi.
2.         Progesteron. Hormon ini disekresikan oleh yellow body (badan kuning) pada saat terjadi ovulasi, hormon ini sangat diperlukan untuk memelihara kebuntingan.
3.         Gonadotropin. Merupakan hormon yang disekresikan oleh glandula hipofise, berupa FSH untuk menstimulus pertumbuhan folikel dan penghentian proses pematangan, LH mennyebabkan ovulasi.
4.         Oxytosin. Hormon yang disekresikan oleh glandula yang sama dengan FSH, menyebabkan dilatasi jaringan pada saat kelahiran, digunakan juga untuk memacu kelahiran.
D.  Tingkah Laku Reproduksi pada Anjing
Anjing jantan mulai beranjak dewasa kelamin atau siap kawin (sexually mature) pada umur sekitar 6 bulan. Pada umur tersebut, tingkah laku seksual anjing tidak beraturan, anjing dapat kawin kapan saja dan dimana saja. Anjing betina sampai pada umur siap kawin, yakni pada umur sekitar 9 bulan, jauh lebih lama dibandingkan anjing jantan, dan secara teratur berulang setiap 6 bulan sesudahnya. Jauh sebelum saat birahi tiba, anjing betina telah menarik perhatian anjing-anjing jantan. Pada saat ini alat kelamin betina telah menunjukkan tanda kemerahan dan pembengkakan vulva, keluarnya sekreta dari alat kelamin. Pada saat ini telah mau didekati anjing jantan tetapi tidak bersedia untuk kopulasi. Periode ini dikenal dengan periode proestrus yang lamanya dapat terjadi 7 – 9 hari kemudian disusul dengan periode birahi yang sejati, anjing betina telah bersedia berkopulasi lamanya antara 5 – 12 hari. Selama proestrus, vulva mengalami pembengkakan yang cukup besar dan terjadi peningkatan aliran darah.
Masa birahi pertama anjing betina biasanya jarang diketahui karena gejalanya tidak begitu jelas, sehingga sering betina menjadi bunting tanpa diketahui oleh pemiliknya. Pada masa birahi ke dua dapat terlihat jelas saat genitalianya mengeluarkan aroma khas diiringi dengan pengeluaran darah yang makin lama semakin banyak. Ovulasi anjing secara spontan selama setelah 3-4 hari gejalah birahi muncul.
Anjing betina memperlihatkan suatu posisi khas dengan punggung yang direntangkan dan ekor diangkat  ke satu arah saja. Anjing betina memperlihatkan posisi tersebut pada periode akhir proestrus. Kopulasi pada anjing juga sangat khas, setelah menaiki betina maka pejantan ini akan mengadakan gerakan-gerakan penetrasi dan saat itu pada pangkal penis membesar menyerupai balon (baculum) sehingga dapat menyumbat alat kelamin betina. Vulva betina juga mengadakan penjepitan-penjepitan sebagai  akibat dari spincter vulva yang kontraksi sehingga penis tidak dapat terlepas dari vulva. Pejantan kemudian berusaha melepaskan diri dan mengadakan gerakan ke samping, belakang dan turun dari tubuh betina. Pada periode berikut pejantan akan berusaha menaiki betina lagi sehingga dari gerakan tersebut mengakibatkan penis pejantan dapat lepas dari alat kelamin betina.
Anjing mempunyai tiga fraksi dalam proses ejakulasi, yaitu :
1.  Fraksi pertama ketika anjing pertama naik dan menggerak-gerakan ke depan dan belakang. Cairan ejakulasi yang dihasilkan sebanyak 1 ml yang terdiri dari cairan asesoris dan sedikit spermatozoa.
2.  Fraksi ke dua ketika pejantan mengadakan gerakan ke samping dan menghasilkan cairan ejakulasi sebanyak 1 ml yang terdiri sebagian besar sel spermatozoa.
3.  Fraksi ke tiga ketika pejantan mengadakan gerakan menaiki kembali betina dan menghasilkan cairan ejakulasi sebanyak 5 ml yang terdiri sebagian besar dari cairan asesoris (kelenjar prostate). Seluruh proses kopulasi memerlukan waktu antara 10 hingga 20 menit.
Proses perkawinan dari anjing ada penampakan yang cukup menarik, yaitu pada saat anjing jantan mengalami ejakulasi, penis akan tertahan di dalam vagina betina (terkunci) untuk waktu yang cukup lama sekitar 20-30 menit, dengan posisi berdiri dan saling membelakangi. Pada saat anjing dalam posisi “saling membelakangi” ini sebaiknya jangan mencoba untuk dipisahkan, karena justru akan terjadi kelukaan pada alat kelamin dari anjing jantan maupun anjing betina.
Perkawinan dapat terjadi dalam empat hari pertama dan akan menghasilkan konsepsi yang tinggi jika perkawinan dilakukan pada hari pertama dan ke tiga.  Pada anjing yang selama periode birahi tidak melakukan perkawinan dapat mengakibatkan kebuntingan semu (pseudo pregnant).  Gejala bunting semu antara lain korpus luteum berkembang, rahim bertambah besar, kelenjar ambing mengalami prolifersi tetapi perut tidak membesar seperti hewan bunting.

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
1.  Alat reproduksi jantan yakni terdiri dari alat kelamin luar (penis dan skrotum) dan alat kelamin dalam yang tersusun atas kelenjar kelamin (testis), kelenjar aksesoris (Kelenjar prostat), dan saluran kelamin. Sedangkan alat reproduksi betina terdiri atas ovarium, oviduct, uterus, vagina, dan vulva.
2.  Siklus seksual pada anjing terdiri atas empat fase yakni fase proestrus, fase estrus, fase diestrus/metestrus, dan fase anestrus.
3.  Hormon yang mengontrol setiap aktifitas organ reproduksi yaitu hormon estrogen, progesteron, gonadotropin, oxytosin, dan prolaktin.
4.  Tingkah laku seksual anjing tidak beraturan, anjing dapat kawin kapan saja dan dimana saja. Anjing betina memperlihatkan suatu posisi khas. Kopulasi pada anjing juga sangat khas, setelah menaiki betina maka pejantan ini akan mengadakan gerakan-gerakan penetrasi dan saat itu pada pangkal penis membesar menyerupai balon (baculum) sehingga dapat menyumbat alat kelamin betina.

DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2011. Reproduksi Anjing. http://petkartini.comxa.com/news/?read=397
Anonim. 2011. Mengenal Reproduksi Anjing. http://www.anjingdankucing.com/news/?read=79